*

CERPEN FABEL | SINGA DAN mouse - Pada zaman dahulu hiduplah berbagai macam binatang di woods dengan damai. Mereka saling bantu tolong dalam menyelesaikan pekerjaan. Mereka segenap bersaudara satu dengan yang lain, apabila ada penyimpangan satu anda terkena musibah, maka semua akan dengan sukarela membantu. Ini terjadi untuk satu peristiwa apa membuat mereka noel saling meremehkan satu dengan yang lainnya.

Anda sedang menonton: Alur cerita singa dan tikus

diatas suatu kapan ada seperti singa sedang tidur dibawah sebuah pohon apa rindang, sebagai raja hutan yang paling disegani noël ada seekor binatangpun apa berani membangunkan hingga peristiwa ini terjadi. Seekor mouse berlari kencang karena di kejar malalui kucing, untuk tidak begitu memperhatikan jalan si tikus tanpa sengaja untuk berlari diatas utama singa si raja hutan.

Sontak si raja hutanpun terbangun dari tidurnya dengan wajah memerah untuk marah.

“Siapa apa berani membangunkan aku ?” teriak sang raja hutan. Selama melihat si mouse ada disampingnya dialah pun langsung memegangnya sebagai berkata :

”Oh..binatang kecil ini rupanya yang berani membangunkan aku”,

“Kematian kemudian apa apa ingin kau pilih, kemudian hukuman buat telah membangunkan aku, hai mouse jelek ?”.

Sambil bercucuran air mata si tikus pun memohon :

“ma’af tuanku, aku balapan dikejar kucing yang hendak memangsaku, aku tak sengaja menginjak kepalamu, mohon tuanku ma’afkanlah aku !”.

mouse terus merintih dan memohon kepada singa supaya mengurungkan niatnya untuk membunuhnya.

Segarang-garangnya singa ternyata masih punya rasanya iba, yang pada akhirnya melepaskan si tikus. Singa melepaskan tikus sambil ancaman si kucing untuk tidak menganiaya mouse lagi.

Pada days berikutnya si tikus berjalan-jalan mencapai riangnya, bernyanyi dan menari menikmati suasana pagi apa cerah mencapai udara yang segar. Ditengah bepergian si mouse mendengar sayup-sayup rintihan dari kejauhan

“Tolong…..tolong….tolong aku……”, si tikuspun mencari sejak suara itu berasal. Ternyata voice itu berasal dari si king hutan yang sedang terjerat jaring pemburu.

“tenang raja, aku akan menolongmu”, kata si tikus.

“apa apa bisa kamu lakukan hai binatang kecil, aku yang perkasa saja noël mampu, apalagi kamu”. Tikuspun noël banyak bicara mouse segera memotong jaring dengan giginya yang tajam. Tak disangka ternyata tikus dapat memotong jaring-jaring tersebut sehingga singa pun bisa lolos dari jerat pemburu. Singa pun banyak bersyukur buat dapat terlepas dari jerat pemburu. Sambil berlinang wait mata singa pun berkata :

“aku tak pernah menyangka, hewan kecil kamu mampu melakukan apa yang noel dapat aku lakukan”,

tikus pun angklung :

“Tuanku, jangan pernah menghina apa lebih turun daripada kamu, untuk setiap sesuatu pribadi kelebihan”.

Dan darimana saat itulah segenap mahluk dihutan saling dihormati satu dengan apa lainnya. Segenap mahluk hutan hidup dengan damai dan saling sila menolong.

people lain sering meremehkan kemungkinan kita. Noël perlu bimbang apalagi tersinggung. Apa penting kita tetap yakin dan noël meremehkan diri sendiri! (Ust. Jefri Al Buchori)

IDENTIFIKASI UNSUR intrinsik dalam cerita "SINGA DAN TIKUS"


Unsur-unsur penyusun tale dari di dalam disebut unsur instrinsik, diantaranya adalah judul, tema, tokoh/penokohan, latar, alur, pojok pandang, dan amanat.

Berikut ini become saya ulas hasil analisis dari cerita berjudul "SINGA DAN TIKUS" yang akan disertakan alasannya di setiap unsur.

Judul cerita :

SINGA DAN TIKUS

Tema :

Tema merupakan ideas dasar pengembangan yang kemudian akan membentuk isi cerita. Cerita tersebut bertemakan

Jangan meremehkan sesuatu apa kita rasa lebih kecil dan lebih lemah daripada kita.

alasannya : Di sepanjang cerpen ini, diceritakan kisah singa yang meremehkan tikus karena tubuhnya yang kecil dan tenaganya apa lemah.

Tokoh / penokohan

Tokoh ataukah penokohan merupakan penjabaran rakyat beserta peran batin cerita. Konvensional peran tersebut berisi sifat-sifat para pelaku batin cerita, apa di tandai dari gaya bahasa, gerak-gerik tokoh, ataukah deskripsi dari si pengarang sendiri.

*Singa:

Si raja hutan yang kuat dan perkasa.

*Tikus:

Hewan pengerat bertubuh small dan lemah.

Latar

Latar adalah unsur yang melatari sebuah cerita.

Waktu :

noël ditentukan (Pada suatu ketika ada seekor singa sedang tidur under sebuah pohon apa rindang.)

Tempat :

Di batin hutan (Pada zaman sebelum hiduplah berbagai macam binatang di kayu dengan damai.)

Alur

alur adalah perlindungan mundurnya sebuah cerita, ada tiga macam merencanakan : alur maju, alur mundur, alur campuran (maju mundur).

cerita ini mengandung merencanakan maju, untuk di setiap sentence per kalimat, paragraf per paragraf menceritakan untaian cerita yang selalu maju.

Sudut pandang

Sudut pandang merupakan cara pengarang memposisikannya dalam cerita.

pojok pandang orang duluan pelaku utama. Biasanya menggunakan kata aku such subjek tokoh utama. tepian pandang orang pertama pelaku sampingan. Pada tepian pandang jenis ini, rakyat pertama hanya sebagai figuran saja. pojok pandang orang usai tiga serba tahu. Pengarang menceritakan setiap orang lain berdasarkan pengamatannya namun pengarang sampai tahap untuk menulis isi trần tokoh utama. tepian pandang people ketiga pengamat. Pengarang hanya menuliskan apa yang mereka lihat.

banyak macam-macam pojok pandang, namun cerita ini menggunakan tepian pandang setiap orang ketiga pengamat. Untuk si pengarang dalam cerita menceritakan sekitar Singa dan Tikus circa permasalahannya, detail dengan latar belakang apa diceritakan si penulis.

( Seekor tikus berlari kencang karena di kejar melalui kucing, karena tidak begitu memperhatikan beraliran si tikus tanpa sengaja untuk berlari diatas kepala singa si raja hutan.)

Amanat

Amanat adalah pesan yang dapat disampaikan batin cerita.

Lihat lainnya: Beda Terminal 3 Dan Terminal 3 Ultimate, Digital Airport Hotel

Amanat dari cerpen ini :

Hargailah sesama bagaimanapun keadaannya.

Tag : #dongeng #story #storytelling #kisahinspiratif