Makna Laa Ilaaha Illallaah

Bismillah was shalatu to be salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kalimat ini ringkas, namun dulu titik pertikaian antara umat islam mencapai kaum musyrikin. Kalimat yang menjadi pemisah antara islam dan kesyirikan. Kalimat yang just terdiri dari 3 huruf: alif, lam, dan ha, namun alter suasana dunia.

Anda sedang menonton: Apa arti la ilaha illallah

Sebelum mengkaji tinjauan makna kalimat ini, kalian hendak yg memilukan bahwa rakyat musyrikin yang dulu musuh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam paham ini adalah makna sentence laa ilaaha illallah.

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus melalui Allah, beliau mengajak sosial Quraisy dan sekitarnya untuk mengikrarkan kalimatLaa ilaaha illalaah..

Dari Rabi’ah bin Ibad ad-Daili, beliau menceritakan,

Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memandangku di pasar Dzil Majaz, sambil mendakwahkan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، تُفْلِحُوا

Wahai sekalian manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, kalian ini adalah mendapat kesuksesan. (HR. Ahmad 16023, Ibnu Hibban 6562 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kita sanggup perhatikan, koknya respon social terhadap ajakan beliau?

Mereka rela berpisah dengan keluarganya, anaknya, istrinya demi memusuhi kalimat ini.

Mereka rela diambil tenaga, demi memblokir tersebarnya kalimat ini.

Bahkan mereka siap untuk berkorban nyawa, demi melawan kalimat tauhid ini.

Kita tahu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang dikenal mendesak baik, sebelum memanggang nabi dan setelah enim nabi. Namun kenapa ajakan beliau ditentang habis-habisan melalui mereka.

Apa susahnya bagi mereka untuk hanya suci laa ilaaha illallah?.

Namun mereka lebih memilih pertumpahan darah liêu harus mengucapkan kalimat tauhid itu. Menjangkau kompak mereka menuduh ajakan Nabi Muhammad such ajakan apa aneh,

أَجَعَلَ الْآَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

Apakah Muhammad hendak menjadikan tuhan apa beraneka ragam itu dulu satu bapak saja. Sungguh ini ajakan apa sangat aneh. (QS. Shad: 5)

Ini semua menunjukkan bahwa rakyat musyrikin quraisy paham akan makna kalimat itu. Mereka juga paham akan konsekuensi ketika people mengucapkan kalimat itu. Mereka sadar, sentence ini mendesak bertentangan mencapai keyakinan mereka. Karena itulah, keyakinan mereka menjadi indikator untuk memahami makna sentence tauhid ini.

Orang Musyrikin Mekah Beriman akan Keberadaan Allah

Terdapat kawanan bukti apa menunjukkan bahwa people musyrikin Mekah, mereka mengenal Allah. Mereka mengimani keberadaan Allah. ~ mereka juga mengimani bahwa Allahlah yang menciptakan dan menyortir alam semesta ini.

Kita sanggup lihat, ayah Nabi Muhammad, namanya Abdullah. Dari mana mereka tahu nama itu, padahal Nabi Muhammad belum diutus? tentu saja jawabannya, untuk orang jahiliyah telah mengenal Allah.

Al-Quran juga menceritakan aqidah dan keyakinan mereka sekitar Allah. Diantaranya, Allah berfiirman,

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah apa memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah apa kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan apa hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang sekarat dari apa hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka become menjawab: “Allah”. (QS. Yunus: 31)

Kemudian di surat al-Mukminun secara berturut-turut di banyak ayat, Allah menceritakan aqidah mereka,

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua apa ada padanya, jika kamu mengetahui?” . Mereka ini adalah menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu noel ingat?”

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah apa Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu noel bertakwa?”

قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ

Katakanlah: “Siapakah apa di tangan-Nya berada memaksa atas segala sesuatu sedang itu melindungi, tetapi tidak ada apa dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka become menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan yang kamu ditipu?”

Allah juga menyebutkan bahwa mereka mendekatkan diri kepada sesembahan itu, agar doa dan keinginan mereka lebih cepat dikabulkan melalui Allah.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Orang-orang yang menjadikan selain Allah kemudian wali (sasaran pemujaan), mereka mengatakan, “Tidaklah kami beribadah kepada mereka, selain agar mereka mendekatkan diri kalian kepada Allah lebih berdekatan lagi.” (QS. Az-Zumar: 3).

Tentu saja masih kerumunan dalil apa menyebutkan melecehkan ini, dan mayoritas ayat di ~ kita anggap sudah mencukupi.

Dari sini kita memahami bahwa setiap orang musyrikin Quraisy meyakini,

Allah menemani itu ada

Allah Maha Kuasa

Allah yang menciptakan, apa memiliki, dan yang mengatur makhluk semesta beserta isinya.

Dan mereka memberikan pemujaan kepada selain Allah, agar apa dipuja itu pasokan doa mereka kepada Allah.

Makna ‘Laa ilaaha illallaah’ apa Salah

Dengan bermodal pemahaman di atas, kita bisa ~ mengoreksi kesalahan apa diyakini sebagian sosial terkait makna sentence laa ilaaha illallah. Banyak kita dengar, mereka memaknai sentence ini dengan,

Tidak ada apa berkuasa selain Allah,

Tidak ada wujud apa haqiqi selain Allah,

Tidak ada pengatur intisari semesta selain Allah,

Tidak ada penguasa abadi selain Allah.

Kita setiap orang sepakat kalimat-kalimat ini benar. Namun selama kalimat ini diyakini such makna laa ilaaha illallah, clearly ini kesalahan. Untuk konsekuensi pemaknaan ini bertentangan dengan aqidah rakyat musyrikin Quraisy.

Jika makna laa ilaaha illallah adalah noël ada apa berkuasa selain Allah, tidak ada wujud yang haqiqi selain Allah, tidak ada pengatur intisari semesta selain Allah, noël ada penguasa selama-lamanya selain Allah, dari mereka bisa pastikan orang musyrikin Quraisy ini adalah setuju menjangkau ajakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buat ini benar dengan what yang diyakini sosial jahiliyah.

Untuk mengajak mereka agar mengakui tiada penguasa selama-lamanya selain Allah, tiada pengatur intisari semesta selain Allah, tidak perlu sampai harus terjadi pertumpahan darah.

Konsekuensi dari kegagalan Memahami Laa ilaaha illallah

Ketika kegagalan ini hanya berada di dalam tataran wacana, could masalahnya lebih ringan. Untuk yang menyedihkan, beberapa pelaku perbuatan kesyirikan dari zaman setelah zaman, menjadikan salah ini seperti alasan pembenar buat perbuatan mereka.

Banyak pemuja kubur, pelaku perdukunan dan klenik, sampai pencandu kejawen, mereka kekeuh menolak karena disebut melakukan kesyirikan, untuk mereka masih meyakini bahwa apa kuasa hanyalah Allah. Selama kita meyakini bahwa just Allah apa mengatur makhluk semesta, apa memberi rizki hanya Allah, apa menciptakan dan menghidupkan hanya Allah, maka kami masih berpegang dengan Laa ilaaha illallah.

Anda buktikan ini mencapai mewawancarai para pemuja kuburan, pasien dukun, bahkan dukunnya sendiri, para pemuja kuburan, implisit mereka apa menjalani lelakon untuk mendapatkan kanuragan. KTPnya muslim, dan mereka menganggap dirinya masih muslim, selama mereka masih mengakui Allah akun itu ada dan masih penasaran Laa ilaaha illallah.

Subhanallah…

Andai mereka berada di zaman Nabi, could semua sahabat ini adalah menyebutnya orang munafik. Beda apa diucap dengan apa yang diperbuat. Mengaku muslim, tapi perbuatannya noël berbeda dengan people musyrik.

Makna Laa Ilaaha Illallah apa Benar

Menyadari realita di atas, semata bermusim laa ilaaha illallah tidak punya mengamalkan konsekuensinya, noel memberikan pengaruh apapun. Untuk kalimat tauhid tidak hanya untuk diucapkan. Namun sejauh mana kita sanggup mengamalkan. Untuk itu, orang apa mendapatkan lega surga menjangkau laa ilaaha illallah, adalah mereka apa memahami makna dan konsekuensinya serta menerapkannya batin hidupnya.

Dari uthman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa apa meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa sebetulnya tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah maka become masuk Surga”. (HR. Muslim 145)

Mari itupenggunaan simak penjelasan singkat makna sentence tauhid apa mulia ini,

Laa Ilaaha Illallah dipesan dari 3 huruf: <ا – ل – ه>, dan terdiri dari 4 kata: Laa, Ilaha, illa dan Allah <لا اله الا الله>.

Kita bisa uraikan such berikut:

Pertama, kata Laa

Disebut laa nafiyah lil jins (huruf lam apa berfungsi meniadakan keberadaan semua types kata benda setelahnya). Misalnya kata: “Laaraiba fiih” (tidak ada mengira apapu formatnya di dalamnya). Artinya meniadakan semua types keraguan dalam al-Quran.

Sehingga laa batin kalimat tauhid bermakna meniadakan semua jenis ilaah, mencapai bentuk apapun dan siapapun dia.

Kedua, kata Ilah

Kata ini merupakan bentuk mashdar (kata dasar), turunan dari kata: aliha – ya’lahu <ألـه – يألـه> apa artinya beribadah. Sementara katailaahun <إلـه> merupakan isim masdar yang bermakna maf’ul (obyek), sehingga artinya sesembahan atau sesuatu yang were sasaran ibadah.

Jika kita gabungkan mencapai kata laa, dulu laa ilaaha <لا إلـه>, maka artinya tidak ada sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah, apapun bentuknya.

Ketiga, kata Illa

Ilaa artinya kecuali. Disebut menjangkau huruf istitsna’ (pengecualian) yang bertugas untuk mengeluarkan kata yang terletak nanti illa darihukum apa telah dinafikan melalui laa.

Sebagai contoh, ‘Laa rajula fil masjid illa Muhammad’,

Tidak ada lelaki apapun di masjid, selain Muhammad. Kata Muhammad dikeluarkan dari hukum silam illa yaitu peniadaan semua tipe laki-laki di masjid.

Keempat, kata Allah

Dialah Sang Tuhan, dikenal melalui makhluk melalui fitrah mereka. Untuk Dia pencipta mereka.

Sebagian ahli bahasa mengatakan, namu Allah <الله> berasal dari kata al-Ilah <الإلـه>. Hamzahnya dihilangkan karena mempermudah membacanya, lalu huruf lam yang pertama diidhgamkan pada lam yang kedua sehingga dulu satu lam yang ditasydid, lalu lam apa kedua dibaca tebal. Sehingga baca Allah. Demikian pendapat fasih bahasa Sibawaih.

Imam Ibnul Qoyyim keluar maknanya,

الله وحده هو المعبود المألوه الذي لا يستحق العبادة سواه

“Allah dia al-Ma’bud (yang diibadahi), al-Ma’luh (yang disembah). Noel ada apa berhak diibadahi kecuali Dia”. (Madarij as-Salikin, 3/144).

Dari penjelasan di atas, ulama suku rukun kalimat laa ilaaha illallaah ada 2 (at-Tauhid li anNasyiin, hlm. 30):

Pertama, an-Nafyu (peniadaan)

Rukun ini diwakili kalimat laa ilaaha. Makna rukun ini, bahwa orang apa mengikrarkan laa ilaaha illallah harus mengingkari setiap orang bentuk sesembahan dan sasaran ibadah apapun bentuknya. Baik dialah manusia, benda mati, rakyat soleh, nabi, maupun Malaikat. Tidak ada yang berhak buat dijadikan goals ibadah. Selagi seseorang beraqidah ateis, berarti dia noël mengakui penggalan pertama kalimat tauhid:laa ilaaha.

Kedua, al-Itsbat (penetapan)

Rukun ini mewakili sentence illallaah. Artinya, orang apa mengucapkan laa ilaaha illallah harus mengakui satu-satunya yang berhak dijadikan sasaran beribadah adalah Allah. Sehingga itu harus beribadah kepada Allah. Dan kapan dia noel mau beribadah, berarti dia belum mengakui Allah kemudian tuhannya.

Dua rukun inilah yang Allah tegaskan di dalam al-Quran,

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

Siapa yang ingkar terhadap thagut, dan beriman kepada Allah, berarti dialah berpegang menjangkau tali apa kuat (QS. Al-Baqarah: 256).

Makna kata Thaghut: segala sesembahan selain Allah

Dan arti kata tali yang kuat adalah laa ilaaha illallah

Sehingga makna ayat, siapa yang menginkari setiap orang bentuk sesembahan dan just mengakui Allah seperti sasaran peribadatannya, berarti itu telah mengikrarkan laa ilaaha illallah mencapai benar.

Allah tambahan tegaskan di ayat apa lain,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan tidak kamu mempersekutukan-Nya menjangkau sesuatupun”. (QS. An-Nisa: 36)

Kita bisa penampilan penolakan orang kafir terhadap dakwah Laa ilaaha illallah,

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ . وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آَلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ

“Sesungguhnya mereka apabila konon kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” maka mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: Apakah kalian harus ditinggalkan sembahan-sembahan kami hanya buat seorang penyair gila?”. (QS. Ash-Shoffat : 35-36)

Ketika ada orang apa mengucapkan laa ilaaha illallah namun dialah masih rajin berbuat syirik, mengagungkan kuburan, gandrung mencapai perdukunan, positif sedekah bumi, larung di laut, berarti perbuatannya bertentangan dengan what yang itu ikrarkan. Untuk dia mempertuhankan selain Allah, meskipun hanya dengan satu ibadah.

Dan kita patut memahami, ibadah akun itu beraneka ragam. Tidak hanya berbentuk busur atau shalat. Contoh ibadah apa sering thalamus kepada alam adalah memberikan sesajian, such sedekah bumi, larung terutama hewan, tanam utama hewan di jembatan, dst.

Demikian pula berdoa. Kerumunan orang apa gandrung mencapai kuburan, mereka berbondong-bondong usai kuburan selama mereka dirasa punya hajat. Jika noel ada kepentingan, mereka noël datang setelah kuburan. Ini segenap indikasi kokoh bahwa mereka hendak menyampaikan doa di kuburan. Jika akun itu ditujukan kepada penghuni kubur, berarti itu penyembahan kepada selain Allah.

Meskipun mereka shalat, mereka puasa, juga haji, namun kapan mereka memberikan satu peribadatan saja kepada selain Allah, berarti amal mereka menyimpang dari kalimat tauhid.

Mengucapkan Laa ilaaha illallah Tapi noël Beramal

Ini kebalikan dari yang pertama. Diseases kedua yang dialami sebagian masyarakat, ada yang beralasan mencapai laa ilaaha illallah namun itu sama sekali tidak pernah beramal. Noel shalat, noël puasa, tidak peduli mencapai agamanya. Selagi diingatkan, itu beralasan, apa penting saya masih punya laa ilaaha illallah.

Kasus semacam ini pernah terjadi di zaman ulama Tabiin Wahb bin Munabbih (w. 114 H). Ada seseorang yang bertanya kepada beliau,

“Bukankah laa ilaaha illallah adalah kunci surga.”

Maksud setiap orang ini, yang penting orang siap mengucapkan laa ilaaha illallah, dialah terjamin masuk surga, sekalipun dia noël beramal.

Kemudian dijawab melalui Imam Wahb bin Munabih,

بلى ولكن ليس من مفتاح إلا له أسنان فإن أتيت بمفتاح له أسنان فتح لك وإلا لم يفتح

“Benar, laa ilaaha illallah adalah kunci surga. Namun bukankah setiap kunci harus punya gigi. Jika kamu bawa kunci apa ada giginya, dibukakan surga untukmu, jika noël ada giginya, tidak dibukakan surga untukmu.” (HR. Bukhari secara Muallaq sebelum hadis no. 1237 dan disebutkan Abu Nuaim secara Maushul batin al-Hilyah 4/66).

Agar laa ilaaha illallah diterima, their harus beramal.

Arti yang noël Tepat

Kita patuh mendengar rakyat mengartikan, laa ilaaha illallah menjangkau tiada tuan selain Allah. Could pemaknaan ini haruss diluruskan.

Ketika kita mendengar ungkapan, tiada roti kecuali enak, berarti setiap orang roti enak. Kemudian itu pula kalimat

“Tiada tuan selain Allah”. Hasil terburuknya, berarti setiap apa disembah melalui manusia, itulah Allah. Maha penasaran Allah dari apa demikian.

Karena itulah, para dengan fasih bahasa meluruskan bahwa laa nafiyah lil jins di atas kalimat laa ilaaha illallah membutuhkan khabar (predikat). Di ~ kalimatlaa ilaaha <لا إلـه>, kata ilaah kemudian isim laa, sementara khabar laa (predikatnya) mahdzuf (tidak dimunculkan), apa jika dinyatakan berwujud kata haqqun <حَقٌّ>. Sehingga jika kita harus baca lengkap menjadi: laa ilaaha haqqun illallaah, yang artinya Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. (At Tanbihaat Al Mukhtasharah, Ibrahim al-Khuraishi)

Di tentang kita crowd tuhan. Semua yang disembah oleh rakyat kafir, itulah bapak mereka. Namun semua itu tidak berhak disembah. Satu-satunya yang berhak disembah hanya Allah.

Makna sebagai ini apa diajarkan di dalam al-Quran,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ

“Yang demikian itu, adalah untuk sesungguhnya Allah, dialah (Tuhan) yang Haq dan sesungguhnya maafkan saya saja yang mereka pemaparan selain dari Allah, itulah yang batil” (QS. Al-Hajj : 62)

Allahu a’lam

Ditulis malalui Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina carlocaione.org)

Anda mungkin membaca jadwal acara ini melalui aplikasi Tanya Ustadz buat Android.Download muncul !!

carlocaione.org didukung malalui Zahir Accounting Software Akuntansi terbaik di Indonesia.

Lihat lainnya: Cara Menggunakan Chia Seed Untuk Infused Water

Dukung Yufid dengan dulu SPONSOR dan DONATUR.

🔍 rakyat Fasik Adalah, Keberadaan Imam Mahdi, Zakat perusahaan Menurut bertindak Islam, Khodam pendamping Perempuan, perkataan Sahabat Nabi, Pertanyaan circa Menikah