Kalau ada pepatah “di atas thiên masih ada langit”, lima ini, di atas menyeret Plus masih ada tarik Ultra. Agak nggak nyambung ya? Entahlah, hanya itu apa terlintas di ingat saya untuk mendeskripsikan penamaan Samsung Galaxy S20 Ultra, smartphone keunggulan dari Samsung untuk mengawali tahun 2020. Samsung memutuskan untuk menghilangkan seri “e” dan menambahkan “Ultra” sebagai top-of-the-line lini Galaxy S series-nya five ini.

Anda sedang menonton: Apakah samsung s20 ultra tahan air


Samsung menargetkan Galaxy S20 Ultra untuk mereka yang ingin melakukan hal lebih kawanan dari smartphone yang mereka gunakan. Smartphone ini bisa merekam video hingga pembubaran 8K, dengan resolusi foto maks 108MP, dan embel-embel namu “5G” di belakangnya.


*

*

Kalau Galaxy S20+ aja siap bagus, di mana dengan Galaxy S20 Ultra? sesuai namanya, smartphone ini serba lebih. Lebih.. Besar, bongsor, dengan kamera lebih banyak, lebih geram baik dimensi sensor dan resolusinya, lebih maksimal deh. Lalu apakah secara mutlak smartphone ini jadi yang lebih baik dari yang terbaik? Berikut ulasan dari Samsung Galaxy S20 Ultra.

Desain

*

Sempurna. Lanjut ke potongan berikutnya segera ya. (Nggak gini, dong). Yah untuk memang, Samsung Galaxy S20 Ultra punya layar terbaik dari setiap orang smartphone yang pernah saya coba. Dimensinya mendesak besar, 6,9 inci Dynamic AMOLED 2X mencapai aspek rasio 20:9 dan kerapatan pical 511ppi. Jangan kamu bayangkan buat hampir 7 inci, dimensinya sebesar tablet computer ya. Layarnya ramping, ditambah bezel di sekelilingnya apa sangat tipis, implisit bezel bawah sekalipun.

*
Kamu dapat memilih manfaat refresh rate 60Hz maupun 120Hz di Galaxy S20 Ultra.

Layar Samsung Galaxy S20 Ultra also sangat terang ketika digunakan di luar ruangan, mendekati 900 nits jika diperlukan. Karena reproduksi warna, noel bisa diragukan lagi. Meski keuntungan mode “Vivid”, Samsung bisa ~ menyeimbangkan tone warna tertentu supaya firmicutes seimbang. Logo aplikasi di menu jadi berwarna, tapi selama digunakan untuk menonton tv series, warna kulit masih tampan natural. Pilihan tone natural mencapai standar sRGB tambahan disediakan. Kamu tambahan bisa menikmati konten HDR secepatnya dari smartphone ini.

Oh ya, mungkin sebagian dari kamu pengguna Galaxy S20 Ultra apa cukup jeli akan melihat sedikit eco-friendly tint ketika used dalam terms gelap mencapai brightness rendah. Saya personally memaklumi, sembuh hal such green tint & ungu tint umum dikenali di panel AMOLED. Namun selagi saya cari knows lebih jauh, Samsung mengumumkan bahwa halaman ini adalah an insect software yang menyebabkan deviasi kalibrasi layar, dan akan diperbaiki di atas pembaruan selanjutnya.

Kamera 100x Zoom Galaxy S20 Ultra

*

Kalau di Galaxy S10 belum dilengkapi night mode dari alami (yang then datang lewat untuk merevolusi software), Galaxy S20 Ultra cantik dilengkapi night mode dan kompatibel untuk ketiga sensor kamera utamanya. Saat saya uji di dalam kondisi luar ruangan malam hari, selagi menggunakan sensor utama, akan terlihat tanda tangan jika kamera menjadi mengambil lukisan selama 4 detik.

Dalam kondisi apa sama, dua kamera lainnya membutuhkan waktu 8 detik. Informasi yang simpel nan informatif, tak seperti Google Pixel yang harus tebak-tebakan kameranya akan mengambil foto bagaimana lama. Dan ketika satu gambar berhasil diambil, kamu sanggup langsung untuk mengambil foto lagi tanpa harus menunggu tangani itu foto depan selesai. Pun proses-nya terjadi tampan cepat berkat penggunaan chipset yang kencang.

Yang kurang menurut saya ada pada bagian memusat kameranya. Berbeda dari Galaxy S20 & S20+ dengan double Pixel AF, S20 Ultra pakai teknologi PDAF apa bisa orang orang bilang lebih sederhana. Pengambilan fokusnya terasa agak lama untuk standar smartphone flagship, ~ jika dibandingkan mencapai Mi keep in mind 10 apa di atas kertas punya sensor kamera sama, malah mencapai chipset lebih sederhana.

Ketika saya membandingkan keduanya saat untuk mengambil foto objek dekat, Galaxy S20 Ultra lebih sering salah menempatkan fokus, membuat keseluruhan lukisan nampak such out-of-focus. Kelewat objek siap disentuh, fokusnya noel bisa instan, atau tetap tidak fokus. Kemudian catatan, unit cantik menggunakan software versi ATCT mencapai security spot April 2020. Ini ndak pembaruan pertama apa mendatangkan pembayaran di muka performa kamera.

Isu go dengan sensor besar, sama seperti Mi keep in mind 10, adalah rentang fokus apa sempit terutama saat memotret objek di dalam jarak dekat. Serta yang menurut saya kurang, adalah memengaruhi bokeh yang dihasilkan oleh mode Live Focus. Kapan digunakan untuk memotret objek kemudian ponsel dan makanan, tak jarang saya lebih puas dengan memengaruhi background blur apa dihasilkan melalui Pixel 3 saya, tinh menggunakan latihan software tanpa bantuan sensor ToF.

*
Skor AnTuTu Benchmark (kiri) & GeekBench 5 Galaxy S20 Ultra.

RAM-nya sudah sangat lega, berkapasitas 12GB. Apa sangat mendesak disayangkan adalah keputusan Samsung Indonesia untuk rilis smartphone ini mencapai varian memori interior 128GB. Dengan foto beresolusi 108MP, video clip 8K dan mode single take, menyudahi sekali karena menghabiskan memori yang tergolong kecil untuk kelas flagship tersebut. Dukungan microSD hingga 1TB memang ada, tapi perbandingan kartu eksternal noël bisa perdagangan UFS 3.0 di ~ internal S20 Ultra.

Dan sedikit lebah tambahan, smartphone ini relatif mudah terasa lembab di kembali bodi, terutama bagian markas besar dan overhead sebelah modul kamera. Walaupun sekadar digunakan buat akses media sosial, hangatnya tampan terasa apalagi jika tanpa menggunakan case, dan agak mendekati panas kapan digunakan such mobile hotspot.

Baterai

Samsung Galaxy S20 Ultra punya volume baterai 5.000 mAh, terbesar sepanjang sejarah ponsel flagship Samsung. Logis saja, smartphone ini didesain dengan kemampuan jaringan 5G, layar apa sangat besar, add to fitur kamera melimpah yang kalau tangan kedua semua, mungkin menghabiskan kawanan daya. Menurut saya, smartphone ini tergolong irit, meski noël bisa sampai dua aku penggunaan.

Sebagai catatan, saya selalu menggunakan setting refresh rate 120Hz mencapai AOD aktif. Untuk penggunaan intens ala saya, Galaxy S20 Ultra sanggup menyala seharian dengan screen-on time tentang 6 jam. Ketika malem, masih ada sisa baterai yang cukup sampai keesokan paginya. Nah, pengecasannya noël memerlukan times lama. Samsung menempel charger 25 watt batin paket penjualan, tetapi Galaxy S20 Ultra menyumbangkan charger hingga 45 watt. Lewat GaN charger apa saya punya, mengisinya daya S20 Ultra dari 5% sampai full dengan kondisi menyala hanya perlu waktu kyung satu jam.

Lihat lainnya: Viral!! Penemuan Benda Aneh Di Indonesia Yang Membuat Heboh Mancanegara

Galaxy S20 Ultra tambahan mendukung wireless charging sampai 15 watt. Perlu? isi daya earphone TWS ataukah smartwatch ketika kondisi mendadak? Kamu mungkin memanfaatkan fitur Wireless PowerShare. Nyalakan fitur ini, menggoreng menghadap ke bawah, dan kamu tinggal ditempatkan perangkat aksesoris di bagian kembali cover.