carlocaione.org, Jakarta makna tambahan minal aidin wal faidzin kerap diidentikkan menjangkau istilah mohon pesimis lahir dan batin. Di Indonesia, minal aidin wal faidzin dulu ucapan apa sudah tak ekstratritorial saat Idulfitri. Mulailah dari pesan singkat, ucapan berupa spanduk dijalanan, hingga penuturan secepatnya saat bersilaturahmi, kalimat ini tak pernah absen.

Anda sedang menonton: Arti kata minal aidin wal faidzin

Minal aidin wal faidzin were kalimat tahniah ataukah ucapan selamat yang lazim dituturkan saat Idulfitri. Kalimat ini kerap lisan saat saling bermaafan.


Namun, sebagian people masih beranggapan bahwa arti minal aidin wal faidzin adalah "mohon permisi lahir dan batin". Arti minal aidin wal faidzin ini jelas menjadi salah kaprah.

Padahal, makna tambahan minal aidin wal faidzin sesungguhnya bukan merujuk diatas "mohon maaf lahir dan batin". Lalu apa sebenarnya arti minal aidin wal faidzin? Dan bagaimana ucapan selamat Idulfitri yang benar?


2 dari 5 halaman

Arti minal aidin wal faidzin


*

Perbesar
Arti minal aidin wal faidzin / Sumber: iStockphoto
Ucapan minal "aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salafus Salih). Sentence minal aidin wal faidzin ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, apa bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dialah membawakan syair apa konteksnya mengisahkan dendang perempuan di days raya.

Kalimat minal aidin wal faidzin diterjemahkan were "semoga kita segenap tergolong setiap orang yang back dan berhasil". Jadi arti minal aidin wal faidzin apa diucapkan saat idul fitri adalah doa dan harapan agar kita semua were golongan setiap orang yang kembali ke fitrah atau suci.

Fitrah yang sejati itu ikut kebaikan, kemuliaan, kejujuran, dan persaudaraan. Bererhasil memiliki makna di dalam berpuasa kita berhasil ataukah mampu menahan hawa nafsu.

“Minal Aidin wal Faizin” lebih menyimpan arti pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa jenuh dan melawan hawa nafsunya dengan beribadah kepada Tuhannya di moon Ramadan.


3 dari 5 halaman

Ucapan Idulfitri sesuai sunah


*

Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6
Dilansir dari NU Online, di dalam banyak literatur Islam, ternyata ada tradisi yang kerap dilakukan para sahabat kapan merayakan Idul Fitri. Mereka biasa mengucapkan selamat kepada para Muslim apa berhasil menjalankan puasa selama sebulan penuh.

Lafal ucapan tersebut yaitu, " Taqabbalallaahi minnaa wa minkum." Artinya, " semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadan) kalian dan engkau."

Ucapan diatas ada yang menambahkan dengan " Taqabbal yaa kariim, wa ja"alanaallaahu wa iyyaakum minal "aaidiin wal faaiziin." Ada juga yang menambahi menjangkau " Wal maqbuulin kullu "ammin wa antum bi khair."

Jika dirangkai, maka lafalnya berbunyi " Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja"alanaallaahu wa iyyaakum minal "aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu "ammin wa antum bi khair."

Artinya, " harapan Allah resepsi (amal ibadah Ramadlan) kita dan kamu. Wahai Allah yang Maha Mulia, terimalah! Dan harapan Allah menjadikan kami dan kamu implisit orang-orang yang kembali dan orang-orang apa menang serta dikenali (amal ibadah). Setiap lima semoga kamu senantiasa batin kebaikan."

Jika terlalu panjang, dingin menggunakan kalimat "Taqabbalallahu minna wa minkum." ~ no dengan "Minal aidzin wal faidzin." Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam kitab Fathul Bari berpendapat demikian.

Lihat lainnya: Kumpulan Cerita Nabi Muhammad Saw Dari Lahir Hingga Wafat, Kumpulan Cerita Nabi Muhammad Saw

"Jika Para sahabat Rasulullah saling temu di days raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya, "Taqabbalallahu minnaa wa minkum"." “taqabbalallaahu minnaa wa minkum” adalah bacaan apa telah sempurna struktur kalimatnya. Selain itu, bacaan ini adalah paling populer di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, dibadingkan bacaan “minal ‘aaidiin wal faaiziin”.