Setiap orang yang baru mencoba siaran TV satelit pasti bingung dengan perbedaan C band dan Ku Band. Apa kelebihan dan saya dirampas dari kedua jenis LNB? Kali ini carlocaione.org become membahas kyung LNB C-Band VS Ku-Band.

Anda sedang menonton: Beda ku band dan c band

Apa menyertainya LNB?

LNB sendiri merupakan singkatan dari low Noise Block, sebuah alat yang berfungsi buat menerima dan memperkuat sinyal satelit mikro/ lemah sehingga menjadi lebih kuat, menyaring noise dan menkonversi sinyal setelah frekuensi yang lebih rendah.Dengan bantuan LNB, pensinyalan pantulan dari parabola dikumpulkan dulu satu period fokus dan then akan diteruskan kabel koaksial lalu receiver. Buat lebih jelasnya silahkan lihat lukis di bawah ini (fokus ke tanda tangan panah buat mengikuti alur).
*

Supaya bisa mengumpulkan sinyal dengan baik, kita harus arrange arah dan sudut kemiringan parabola mencapai benar. Muncul proses ini lebih mudah untuk banyak aplikasi pencari satelit parabola.

Lihat lainnya: 76 Islamic Love Quotes About Love In Islam Ic Marriage Quotes

C-Band

Jenis band frekuensi yang most umum tangan kedua sejak dahulu, alasannya buat C-Band percaya lebih kokoh dan stabil meskipun hujan deras. Fact inilah yang membuatnya lebih unggul dibandingkan Ku-Band di Indonesia apa terkenal dengan curah hujan tinggi.C-Band pribadi frekuensi apa kecil sehingga diperlukan dish parabola apa lebar kyung 6 kaki (180 cm). Penampilan parabola jaman dulu, rata-rata pasti gede karena saat itu apa populer hanya siaran C-Band saja.Biaya instalasi menjadi lebih mahal, tidak tahan kebisingan dan butuh tempat apa luas karena ukuran dish apa besar. Enaknya kita dapat memasang crowd LNB buat satu food sehingga bisa ~ tracking kerumunan satelit FTA sekaligus.

Ku-Band

Kebanyakan PayTV kemudian K-Vision, OrangeTV, Transvision dll menggunakan Ku-Band. Memiliki frekuensi yang sangat kokoh sehingga dapat ditangkap dengan dish parabola mini. Tidak memakan crowd tempat dan tahan kebisingan (seperti suara motor/ gelombang telepon). Peralatannya lebih güns dibandingkan C-Band.Dari dulu Ku-Band membusuk sangat rentan terhadap menjangkau curah hujan tinggi, sinyal ini adalah hilang saat mendung dan hujan deras. Namun muncul berkat progress teknologi, masalah ini sanggup diminimalisir walau belum sebagus C-Band.Biaya frekuensi Ku-Band lebih mahal, memanggang tidak heran kalau lebih sering digunakan karena PayTV. Ada sih yang noël perlu langganan tetapi sering diiming-imingi channel premium asal diasuh receiver khusus such Garmedia dan Ninmedia.Berikut ini adalah tabel C-Band VS Ku-Band, mana lnb parabola tercanggih?
C-BandKu-Band
FrekuensiLebih kecil3.7 - 4.2 GHz karena downlink5.925 - 6.425 GHz untuk uplinkLebih besar11,7 hingga 12,7 Ghz buat downlink14 hingga 14,5 GHz untuk uplink
Ukuran dish parabolaBesar, memakan kawanan tempatKecil, noel butuh banyak tempat
KebisinganMudah terpengaruhCukup stabil
Curah HujanCukup stabilMudah terpengaruh
Harga PeralatanLebih mahalLebih murah
Biaya FrekuensiLebih murahLebih mahal
Jangkauan Beam (cek di SatBeams.com)Lebih luasLebih sempit
Jenis siaranBanyak FTABanyak TV berbayar
C-Band lebih dulu digunakan karena sistem komunikasi lewat satelit. Di saat tape frekuensi ini kelebihan beban (salah satunya buat memiliki frekuensi apa sama dengan sistem gelombang mikro teresterial), muncullah Ku-Band.Pemerintah Indonesia sendiri masih pakai C-Band dengan alasannya tingginya curah hujan. Kedepannya kemungkinan geram Ku-Band ini adalah lebih kerumunan digunakan untuk kuota pita frekuensi C-Band di Indonesia yang sudah penuh. Apalagi melecehkan hujan acibe dapat diminimalisir dengan satelit mengizinkan lebih besar dan warisan pengendali kekuatan sinyal.Sekian artikel tentang selisih C band dan Ku Band
. Semoga teman-teman noel lagi bingung dalam memilih penyiaran satelit apa cocok dengan keadaan geografis angkasa tinggal. Jika masih ragu melakukan upaya bertanya setelah pengguna parabola lain di kyung rumahmu. Bagaimana pengalaman mereka sekitar C pita VS Ku Band.