Kakek saya mempunyai 6 rakyat anak. Dan kepada 2 setiap orang anaknya beliau mewariskan sebidang tanah untuk dibagi 2, yaitu ayah saya dan adiknya yang bungsu. Sedangkan ayah mempunyai 4 setiap orang anak. Keinginan ayah saya dan cantik dimusyawarahkan bersama keluarga adalah tanah yang diwariskan malalui kakek saya menjadi dihibahkan langsung kepada anaknya apa ke-2. Bagaimana prosedurnya untuk memecah sertifikat tersebut? Bisakah sertifikat itu langsung rusak dan dibalik nama ke adik bungsu ayah dan anak ayah apa ke-2? Terima kasih.

Anda sedang menonton: Biaya balik nama sertifikat tanah warisan


Ulasan Lengkap
*

Intisari:

Apabila terdapat wasiat dari kakek Anda, maka bisa ~ langsung dibuat akta hibah. Menjadi tetapi batin hal noël dibuat wasiat secara tertulis di hadapan Notaris, sehingga tidak bisa segera dibuatkan akta hibahnya, maka proses apa ditempuh adalah balik nama dan pembuatan Akta Pembagian baik Bersama (“APHB”) biasa.


Prosesnya adalah kemudian berikut:

1. Proses down waris (balik namu waris) dengan membayar pajak waris, sehingga tanah dibaliknama setelah atas namu seluruh anak-anak dulu (B, C,D,E,F,G).

2. Usai itu dilakukan pemecahan sertifikat menjadi 2 bagian (menjadi X dan Y).

3. Lalu buat bidang tanah “X” dibuatkan akta hibah dari B, C, D, E, F, G kepada B-2 (anak B); sedangkan

4. Buat bidang tanah “Y” dibuatkan APHB dengan demikian B, D, E, F, dan G melepaskan haknya kepada C.

5. Masing-masing karena point 3 dan 4 dilakukan pembayaran pajaknya such pajak penjualan beli, walaupun manfaat mekanisme hibah. Untuk hibah garis nanti samping tetap dikenakan pajak seperti pajak penjualan beli.

6. Proses terbalik nama: untuk tanah X dibaliknama nanti B-2 sedangkan tanah Y dibaliknama usai C.


Penjelasan lebih lanjut, silakan dibaca ulasan under ini.


Ulasan:
Salam,

Tanah dari kakek merupakan potongan dari keutuhan harta warisan (boedel waris) yang sejatinya dibagi nanti semua ahli waris, pantas dengan bagiannya.


Dalam bertanya Saudara, noël dijelaskan detilnya apakah kakek cantik meninggal dan apakah negara tersebut masih enumerasi atas nama belakang kakek? Oleh buat itu kita mengambil perhitungan bahwa kakek Saudara sudah meninggal dunia dan sertifikat masih menghitung atas nama kakek Saudara.


Walaupun kakek memiliki 6 setiap orang anak, apa diberi negara tersebut hanyalah kedua orang anaknya. Sehingga ada apa disebut hibah wasiat (jika memang ada wasiat).


Hibah wasiat tersebut harus dibuat silam kakek meninggal dunia. Sebagai yang Saudara sampaikan, bahwa sebidang tanah tersebut beliau berikan kepada anak apa bungsu dan ayah Saudara. Penyebutan pesan ini spesifik, sesuai dengan what yang diatur di dalam Pasal 196 Kompilasi tindakan Islam (“KHI”) bahwa “Dalam wasiat, baik secara tertulis maupun lisan, harus disebutkan dengan tegas dan jelas, siapa atau siapa-siapa atau lembaga apa yang ditunjuk akan menerima harta benda apa diwasiatkan”. Di dalam Hukum Waris, pemberian pesan such itu, dikenal mencapai Hibah Wasiat. Hibah Wasiat hanya dapat dilaksanakan usai pewaris meninggal dunia. Tentu saja, Hibah Wasiat ini tidak serta merta dapat dilaksanakan, ia harus memenuhi persyaratan yang ada.


Di batin Pasal 195 KHI disyaratkan bahwa:

(1) Wasiat dilakukan secara lisan, dihadapan dua people saksi, atau tertulis dihadapan dua people saksi atau Notaris.


(2) Wasiat hanya diperbolehkan sebanyak-banyaknya 1/3 dari seluruh harta warisan, kecuali apabila semua ahli waris menyetujui.


(3) Wasiat kepada ahli waris berlaku apabila, dilepas oleh semua lancar waris.


(4) Persetujuan membuat secara linguistik di hadapan dua rakyat saksi atau tertulis dihadapan dua people saksi dan Notaris.


Sedangkan jika Saudara beragama non-muslim, maka mengenai wasiat merujuk diatas ketentuan Kitab Undang-Undang beraksi Perdata (“KUHPer”). Dalam Pasal 875 KUHPer, surat wasiat atau testamen adalah sebuah akta berisi pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya terjadi ke ia meninggal, yang dapat dicabut kembali olehnya. J. Satrio batin bukunya bertindak Waris (hal. 180) mengatakan bahwa suatu testimony adalah suatu akta, kata mana menunjuk di atas syarat, bahwa testament harus berbentuk suatu tulisan, sesuatu yang tertulis. Apa mana batin permasalahan Anda, wasiat tersebut noël berbentuk tertulis, sehingga sudah noel memenuhi ketentuan mengenai wasiat.


Ini berarti jika their beragama non-muslim, maka merujuk pada ketentuan KUHPer, wasiat tersebut harus berbentuk tertulis. Lebih lanjut bisa berpengalaman dalam artikel Diberikan Warisan malalui Pewaris tidak punya Ada surat Wasiat.


Dalam hal noël dibuat wasiat secara tertulis di hadapan Notaris, sehingga noël bisa segera dibuatkan akta hibahnya, maka proses apa ditempuh adalah balik namu dan pembuatan Akta Pembagian daratkan Bersama (“APHB”) biasa.


Dengan demikian, maka terdapat tiga peristiwa beraksi di dalamnya:


1. Kematian kakek (sebut saja namanya A) apa meninggalkan harta berupa negara atas namu A. Dimana A memiliki 6 people anak: B, C, D, E, F, G.


2. Pewasiatan negara (atas nama kakek A tersebut) kepada 2 anak kandung kakek (sebut saja B dan C). Accordingly B memiliki 4 people anak: B-1, B-2, B-3 dan B-4.


3. Sertifikat apa sudah dipecah dan dulu bagian B menjadi dihibahkan setelah anaknya yang ke-2 (B-2).


Setiap kematian, apa pertama kali harus dilakukan adalah produksi surat keterangan kematian dari kelurahan (pribumi) atau dengan Akta notaris (WNI keturunan), kemudian dibuat surat Keterangan Waris (“SKW”). Dari SKW, diketahui siapa saja dengan fasih waris yang berhak, sehingga dapat dipastikan siapa saja ahli waris dari pewaris dan siapa saja yang berhak overhead harta warisan.


Pada praktiknya, jika tidak dibuatkan akta Hibah wasiat secara notariil, maka setiap kali terjadi kematian, harus terjadi tangani itu pewarisan. Walaupun nantinya tanah tersebut akan dipecah dua dan thalamus kepada masing-masing nama. Sehingga tahapannya menjadi sebagai berikut:


1. Proses down waris (balik nama belakang waris) dengan dibayarkan pajak waris, sehingga tanah dibaliknama ke atas nama belakang seluruh anak-anak dulu (B, C,D,E,F,G).


2. Setelah itu dilakukan pemecahan sertifikat menjadi 2 bagian (menjadi X dan Y).


3. Lalu untuk bidang negara “X” dibuatkan akta hibah dari B, C, D, E, F, G kepada B-2 (anak B); sedangkan


4. Untuk bidang tanah “Y” dibuatkan APHB sesuai B, D, E, F, dan G issue haknya kepada C.


5. Masing-masing untuk point 3 dan 4dilakukan pembayaran pajaknya sebagai pajak menjual beli, walaupun manfaat mekanisme hibah. Untuk hibah garis ke samping tetap dikenakan pajak such pajak penjualan beli.


6. Proses balik nama: untuk tanah X dibaliknama nanti B-2 sedangkan tanah Y dibaliknama ke C.


Untuk syarat administrasi apa harus dipenuhi adalah:


a. Data tanah


1. Sertifikat asli;


2. Pajak Bumi Bangunan (PBB) nguyên 5 five terakhir, berikut Surat sign Terima Setoran;


3. Rights Mendirikan Bangunan (IMB) asli.


b. Data pemasok dan penerima hibah


1. Foto copy Kartu tanda tangan Penduduk (KTP);


2. Bergambar copy Kartu Keluarga;


3. Bergambar copy akta kelahiran.


Demikian, semoga bermanfaat.


Dasar Hukum:

1. Kitab Undang-Undang hukum Perdata;


2. Kompilasi hukum Islam.


Referensi:

1. Irma Devita Purnamasari, “Kiat-kiat cerdas, mudah, dan bijak batin memahami beraksi Waris”.


2.  ___________________. “Kiat-kiat cerdas, mudah, dan bijak di dalam memahami bertindak Pertanahan”.

Lihat lainnya: Cara Mengatasi Anak Diganggu Makhluk Halus, Diganggu Makhluk Halus


3. Www.irmadevita.com.


Arsip Terkait
Membatalkan suratnya Wasiat
Pembagian Waris dari Kakek Beristri Dua
Prosedur membuat Hibah Wasiat
Dapatkah surat Wasiat dibuat dengan Akta under Tangan?
Cucu Saudara Kandung Pewaris Bisa jadi Ahli Waris?
Berita Terkait
Kemkumham Tetapkan nilai Murah untuk Pendirian Perseroan Perorangan
Urgensi Pencegahan untuk Tekan Kasus Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan
DPR-Presiden Sepakat berry Amnesti karena Saiful Mahdi
KY diperlukan Bersinergi untuk Berantas Kasus mafia Tanah di Pengadilan
Cerita di balik Deretan law Firm apa Nekat lahir di markas besar Pandemi Covid-19
Tips HukumLihat semua
Cara Mengurus surat Cerai
UKM dan Koperasi bisa ~ Go Public, Ini Langkahnya
Pengertian Somasi dan Cara Membuatnya
Sengketa Nasabah vs Bank, Selesaikan mencapai Langkah-langkah Ini
Lihat segenap Tips
Punya melecehkan Hukum yang Sedang Dihadapi?
kirimkan PertanyaanBaca Disclaimer
Atau
conversation Sekarang
Mulai dari Rp 30.000
*

Arsip Penjawab Lainnya
Adakah Pembatasan wilayah Notaris terkait Pembuatan Akta Pendirian PT?
5 Juli 2019•Profesi Hukum
Sahkah Perjanjian Kawin apa Tak Didaftarkan ke Pengadilan?
11 Maret 2019•Keluarga
Cara alter Kesalahan Penulisan pada Perjanjian
16 Juni 2016•Perdata
Cara pembelian Sebagian Tanah apa Dijaminkan setelah Bank
16 Juni 2016•Pertanahan & Properti
Lihat jawabutuh lainnya

AD premier 9th floor, Jl. TB Simatupang No.5 Ragunan, market Minggu, jakarta Selatan 12550, DKI Jakarta, Indonesia