Kisah si Pahit Lidah adalah salah satu cerpen masyarakat apa sangat populer. Cerita pendek person ini diceritakan secara turun temurun dan bahkan sudah dibuatkan filmnya. Kami bagian belakang memposting tale pendek sosial Sumsel ini agar anak-anak Indonesia segenap tahu cerita rakyat ini.

Anda sedang menonton: Cerita rakyat daerah sumatera selatan

Cerpen masyarakat Sumatera Selatan : kisah Serunting Si Pahit Lidah

*
*
Cerpen masyarakat Sumatera Selatan Legenda Si Pahit Lidah

Alkisah di ~ masa sebelum di menyiksa Semidang, sumatra Selatan, hiduplah seorang pangeran bernama Serunting. Pangeran menyertainya merupakan anak seorang keturunan raksasa bernama Putri Tenggang.

Serunting merupakan seorang yang sakti. Kesaktiannya terletak pada tananam ilalang apa selalu bergetar walau tak ditiup angin. Tak ada seorangpun apa tahu rahasia kesaktiannya menemani itu selain dirinya dan istrinya.


*
*

Istri Serunting luaran seorang adik laki laki bernama Arya Tebing. Tak sengaja, sawah milik Serunting dan Arya Tebing tersoroh bersebelahan. Kedua sawah menyertainya dipisahkan oleh pepohonan apa tumbuh berjejer yang bagian bawahnya dipenuhi cendawan. Mungkin buat rejekinya, cendawan apa menghadap ke sawah Arya Tebing berubah were lempengan gumpalan emas.

Serunting iri trấn melihat kenyataan itu untuk cendawan yang menghadap nanti sawahnya hanya cendawan biasa.

Rasa iri yang terus menerus mendera trấn Serunting produksi hubungannya menjangkau Arya Tebing memanas. Tiap kali bertemu, detik orang itu selalu berselisih paham. Lama kelamaan, perkelahianpun timbul. Namun Arya Tebing tak mau resisten Serunting membabi buta.


Ia kenal Serunting adalah seorang yang sakti.

Guna memenuhi nafsunya karena mengalahkan Serunting, Arya Tebing membujuk kakak perempuannya karena memberitahu sekencang kesaktian suaminya. Sang kakak tak simpan saja didesak adiknya terus menerus.

“Jika kau ingin mengalahkan Serunting, tancapkanlah tombakmu di ~ ilalang apa selalu bergetar walau tak ditiup angin..”, kata sang kakak suatu ketika.

Arya Tebing gembira sekian memperoleh what yang diinginkannya. Tak berapa banyak lama kemudian, iapun menantang Serunting kembali untuk memukul melawannya.

Pertarungan antara Serunting dan Arya Tebing berlangsung lebih pemaparan dari sebelumnya. Tiba diatas saat yang tepat, Arya Tebing menancapkan tombaknya diatas ilalang sebagai yang dimaksud kakaknya. Benar saja. Seketika itu tambahan Serunting jatuh terhuyung huyung berlumuran darah. Ia kalah dalam pertarungan itu.

Sungguh kecewa hati Serunting. Ia tak menyangka istrinya tega menghianati dirinya. Guna mengobati luka hatinya, Serunting trete mengembara meninggalkan Semidang. Ia berjalan menuju Bukit Siguntang dan mengolonisasi disana buat bersemedi.

Hari terus berlalu. Di atas suatu malam, Serunting mendapat petunjuk dari tuhan bahwa dirinya akan diberi kekuaran gaib jika ia mampu memenuhi syarat apa diajukan.

Serunting diperintahkan untuk bersemedi di bawah pohon bambu sampai seluruh tubuhnya dipenuhi daun bambu.

Serunting menyanggupinya. Keesokan paginya ia search pohon bambu apa tumbuh tak jauhnya dari tempatnya koloni selama ini dan mulai bersemedi disana.

Tak terasa siap hampir dua tahun Serunting bersemedi dibawah sianosis bambu. Daun daun bambu telah memenuhi seluruh tubuhnya hingga kulitnya tak terlihat lagi. Di ~ saat itulah sang ketuhanan menyatakan bahwa Serunting become segera menerima ilmu gaib such yang dijanjikan. Seluruh kata kata yang keluar dari mulutnya akan dulu kenyataan.

Seruntingpun berniat kembali ke kampung halamannya, Semidang. Di tengah perjalanan, Serunting mencoba kesaktian yang baru saja ia miliki.

Ia berujar pada pohon pohon tebu yang ditanam di tepian Danau ranau “jadilah batu…”. 


Dalam sekejap sianosis pohon tebu yang sudah menguning menemani itu berubah were batu. Kawanan orang apa berpapasan dengannya berubah menjadi batu untuk dikutuk melalui Serunting. Darimana saat itulah Serunting dijuluki si pahit lidah.

Lihat lainnya: Biodata Prilly Latuconsina Dan Keluarga Prilly, Profil, Bio Dan Data Pribadi Prilly Latuconsina

Serunting sadar become perkataannya yang bertuah. Meski amarah dan dendam pada istri dan adik iparnya masih tersisa, Serunting berusaha pasangan dengan hatinya. Belakangan diketahui Serunting tak hanya menggunakan kesaktiannya itu karena membuat halaman hal apa buruk. Serunting juga menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan such mengubah Bukit Serut apa gundul menjadi hutan apa hijau.