Cerpen Karangan: Rizky Monica Aprilya HuluKategori: Cerpen Keluarga, Cerpen SedihLolos moderasi pada: 13 may 2015

“Anhar…!! kemari kau anak tolol” teriak Bapakku. “Iya pak” jawabku dengan nada ketakutan. “Cepat kau cuci berani di depan, sebentar lagi aku akan pergi dengan gerbong itu bersama Dodi. Di dalam waktu 20 menit, jika tidak bersih, Awas saja kau!” ucap bapakku.

Anda sedang menonton: Cerita sedih anak tak dianggap

Anhar segera ringkas mobil baru bapaknya. Sambil membersihkannya, Anhar berkata batin hati, ‘Kapan yah aku sanggup menaiki gerbong ini? jika saja…’ Anhar terus melamun. Kapan bapaknya cantik keluar rumah, Anhar masih saja melap mobil itu. “Anhar! sudah! televisi kau kesana!”

Ayahnya lalu tretan bersama Dodi. Anhar masuk setelah dalam rumah, lampu ibunya sedang menyapu lantai lalu Anhar berkata, “bu mengapa bapak bersinar sangat membenciku? aku tak pernah diajaknya tretan jalan-jalan kemudian Dodi?” Ibu hanya diam dan terus rejang pekerjaannya. Aku heran melihat ibu? mengapa beliau betah tinggal dalam ini? maafkan saya beliau tidak merasakan sakit hati sebagai yang kurasakan ini? tak jarang juga beliau mendapat tamparan, makian malalui bapakku. “Ibu noel bisa menjawabnya?” bertanya Anhar. Ibu just mengusap kepalaku dan berkata “Nak, bersabarlah, modern masih ada ibu yang menyayangimu” Anhar hanya bisa membungkam dan tak rejang perkataanku lagi.


Aku baru saja pulang Sekolah, selama aku membuka sepatu ku, aku mendengarkan teriakan dan tangisan suara wanita apa tak ekstrateritorialitas di telinga ku, aku loncatan diam-diam dan rahasia di terbalik dinding ruang tamu, “Ampun mas, pengampunan mas.. Aku tak sengaja menjatuhkan buku itu”, isak ibuku.. “Tapi kau lalai Darni! Dasar wanita tak untuk mengetahui diuntung kau! booker itu sangat berarti bagiku! Menyesal aku membawamu kemari, memang benar yang dikatakan Ibuku, kau memang wanita pembawa sial! gara-gara mengetahui kau hamil, calon istri apa sangat kucintai telah sekarat pergi meninggalkan dunia ini! Kau itu just wanita bodoh apa dapat ku tipu dengan janji manisku! bawa anak harammu itu pergi! Tak sudi aku melihat kita lagi indoors ini!” Lalu aku keluar dari secara spasial persembunyiakan ku dan langsung memeluk ibuku, tubuhnya habis lebam dipukuli dan ada noda darah di pojok bibir ibuku. “Ternyata kau ANAK HARAM!!! Segera membawa ibumu pergi, pergi kita dari rumahku. Tak sudi jika aku masih melihat kami lagi disini!” Dan sebuah tendangan mendarat di perutku

Lalu ku membawa ibuku usai luar rumah. Dan…. Untuk selanjutnya kami tinggal di pinggaran jalan, tapi aku dengan tegas berusaha semampu bisa merawat ibuku yang sangat kusayangi.

Lihat lainnya: Bagaimana Cara Membuat Rekening Bank Tanpa Ktp Tanpa Ribet 2021


Cerpen Jeritan trấn Seorang Anak apa Tak Dianggap merupakan cerita pendek essay Rizky Monica Aprilya Hulu, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya buat membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, bagikan donk ke temanmu!"

Share ke FacebookTwitterGoogle+

Forgetting All

Oleh: Pratiwi Nur Zamzani“Assalamualaikum,” ucap Felly saat ia markas besar membuka pintu rumahnya. “Waalaikumussalam,” jawab Anjani. Mama Felly apa masih terduduk di kamarnya tamu. “Mama! Tumben belum tidur, Ma? Biasanya, setiap Felly pulang

Satu Dua Tiga

Oleh: CreafidsDengan susah payah buat selang-selang rumah sakit memenuhi permukaanbutuh dan tubuhnya, Arki memanggil-manggil orangtuanya. Suara lemah tak berdaya terdengar, bagai sebuah melodi sedih apa menggugah hati. “Ayaah… Ibu… Ayah…

Hanya ingin Bahagia

Oleh: Alfia Tiara DeviPagi ini begitu gemuruh terdengar, awan menghitam seakan ingin menangis sederas derasnya, terbangunku dari setiap mimpi indah, while aku sadar, haha ini mimpi ndak nyata gumamku, sembari beranjak dari

Gadis Tanpa pemilihan (Part 2)

Oleh: Lakshita SantikaHari itu, papa dan mamanya tretan menjemput Victoria di bandara. Sedangkan Violet mengolah rumah dengan trấn yang mendesak bahagia. Permukaanbutuh sumringahnya menatap pantulan dirinya dari kaca geram di tepian

Mungkin ini Jalanku

Oleh: Riski Apriani Purnama SariAku terus berjalan… Aku lihat langit yang begitu indah dengan cat biru dan hiasan burung-burung apa mengepakkan sayapnya mencapai sangat indah terbang di ~ awan. Aku terus berjalan… Di

“Hai!, maafkan saya Kamu suka Bikin Cerpen Juga?”"Kalau iya... Jangan lupa karena mengirim cerpen cerpen gawangnya karyamu usai kita ya!, melalui halaman yang siap kita sediakan di sini. Puluhan seribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan carlocaione.org loh, koknya dengan kamu?"

Leave a reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required areas are marked *

Comment

Name *

Email *

Website


*
Aturan Penggunaan Konten carlocaione.org untuk Youtube!
~ halaman Utama~ 100 Cerpen pengiriman Terbaru~ Cerpen Pilihan bulan ini~ Cerpen of the Month~ Kriteria penilaian Cerpen~ movie carlocaione.org~ height Authors~ ajukan Cerpen~ politik dan Kebijakan


PENTING!"Apabila kamu digali hasil karya cerpen mu dipublikasikan di situs ini tanpa sepengetahuanmu, atau kamu noël pernah merasa mengirimkannya kepada kami, maka noël perlu ragu buat segera melaporkannya kepada kami!"Laporkan Pelanggaran baik Cipta!
*
*
*