"Berhenti makan beras, tepung atau sumber karbohidrat umum lainnya! Kalau bapak mau kita makan beras, kita sudah dikasih tembolok dari lahir!"
DR. Tan shot Yen bersuara dengan ton setengah menuduh. Siapa tahu kharisma what yang dimilikinya, tapi pasien yang mendengar, rata-rata gak ada yang ngeyel ataukah mengelak saat ditembak oleh Dr. Tan!
Habis mau ngeles gimana? Namanya kepengen sembuh, mending jujur kali ya? pasti itu apa terbersit di ingat mereka.

Anda sedang menonton: Dr tan shot yen biografi


Macam-macam "tuduhan" beliau, mulailah dari tidak patuh terhadap food selection makan apa disepakati, kemalasan mereka menggerakkan tubuh sebagai perintah, atau ruam mengkonsumsi nyata makanan yang dipantangkan bagi mereka.
Yang lebih membingungkan lagi, saat ia "mengomeli" seorang pasiennya apa nampaknya terserang punch dan telah berangsur pulih namun masih enggan masalah diri dari tongkatnya.
"Kalau noël mau lepas dari adhesi ini, secara fisik dan sungkyung kamu merusak tubuh kamu sendiri, coba lepas menempel itu, lepas!"
Kemudian Dr. Tan berbicara macam-macam usai pasiennya buat menggambarkan kondisi buruk apa mungkin terjadi apabila ia ketergantungan pada tongkat tersebut, mulailah dari penurunan fungsi otot, organ yang terganggu sampai usai masalah psikis di mana ia suatu saat akan menyalahkan lingkungan, mulai dari orang sekitarnya hingga usai anak-anak apa dianggap noel memperhatikan dirinya.
Entah semburan kalimat itu begitu bombastis atau mengandung mantra, hehe, mendadak sang pasien mampu berdiri tanpa masalah walau adhesi itu telah dilepas.
INTEROGASIDi kamarnya praktek, beliau berhadapan dengan puluhan pasien. Walau bersesak-sesakan di ruang yang kecil, namun tidak ada satu pun pasien mengeluh ataukah protes.
dan keluhannya, tapi ingat! Ini ndak ajang curahan hati, dingin kenalkan, sisanya biarkan saya apa berbicara!"
Dr. Tan mendengarkan dengan seksama, lalu ia memberondong pasien tersebut menjangkau pertanyaan apa sifatnya an individual terkait kondisi kesehatan mereka.
Dr. Tan : "Kenapa anda kesini?"Pasien : "Saya dirasa obesitas, dok.."Dr. Tan : "Kenapa obesitas?"Pasien : "Karena keturunan di keluarga saya.."Dr. Tan : "Nonsens! Kenapa?" - awal meninggi nadanyaPasien : "Ngg.. Anu, mm.. Makan saya banyak.." - mulai terintimidasiDr. Tan : "Kalau makan bener, banyak juga gak pa-pa! Kenapa!"Pasien : "Saya shang makan apa manis-manis, dok"Dr. Tan : "Nah, itu dia.. Persis!" - manggut-manggut puas."Jangan pernah ada apa bilang, kalau kita itu sakit karena keturunan, akun itu mayoritas bohong! Sedikit begitu banyak, begitu banyak penyakit apa menurun untuk genetika, sedikit!"
Setelah menemani itu Dr. Tan, mencapai gaya yang sangat ekspresif memukul meja di dokter dan then mencolokkan jari-jari tangannya usai mulut.
"Ini yang membuat penyakit seakan-akan muncul di keluarga kemudian penyakit turunan..." katanya setengah membeliakkan matanya "Keluarga, meja makan dan maafkan saya yang kita makan di sana!".
Dr. Tan : "Kenapa pak?"Pasien : "Saya darah tinggi, dok.."Dr. Tan : "Berapa?"Pasien : "Sekarang sih another minum obat jadi 120-80"Dr. Tan : "Saya tanya biaya kamu, bukan nilai bikinan guru les!"Pasien : "He?" - bingung.Dr. Tan : "Itu dimodernkan bikinan tutur kamu? bukan darah tinggimu.."Pasien : "Hehe, iya dok.."Dr. Tan : "Jadi kalau guru lesmu matek, biaya kamu merah lagi?"Pasien : "......" - tambah bingung.Dr. Tan : "Udah bagaimana taon minum obat itu?"Pasien : "Lima tahun, dok,"Dr. Tan : "LIMA TAHUN? Dan gak ada kemajuan, begitu-begitu saja?"Pasien : "Iya dok, tapi memang gak pernah melonjak lagi.."Dr. Tan : "Guob* sisan !!" *membentak sembari slam meja!
Kemudian sambil marah-marah di atas dirinya personally ia mengungkapkan keheranannya di ~ pasien apa mau saja berobat bertahun-tahun diatas seorang dokter tapi noel menunjukkan komplikasi perbaikan, hanya berada di ~ posisi stagnan. Dan pasien itu sudah cukup puas.
"Itu sebabnya pasien yang kena darah tinggi, "matek"-nya rata-rata bukan untuk darah tingginya, tapi karena liver atau ginjalnya ngambek! Lha wong bertahun-tahun harus tertelan racun. Yang konyol ya, pasiennya.. Kok mau? Dan dokternya juga.. Kok tega?"
Ia menuding lagi nanti bapak pasien darah tinggi tadi. "5 tahun ke kedelapan itu, pernah ndak, bapak dikasih tau, mengapa sakit darah tinggi mungkin terjadi? Dan what langkah pencegahannya agar noel sampai sakit, selain minum obat?"
Ketika sang bapak menggeleng, Dr. Tan menghembuskan nafas kesal dan membanting tubuhnya setelah senderan kursi.
BUKAN SPESIALISTapi bukan berarti tutur satu ini lebih crowd mengomel dan memaki. Ia mendesak taktis batin memberikan penjelasan beragam penyakit yang diderita pasiennya. Begitu taktisnya sampai orang paling awam pun rasa bisa mengerti dengan cukup mudah what yang dimaksud malalui beliau.
Bandingkan mencapai mayoritas oknum dokter apa cuma mendengar keluhan pasien, tanpa melihat mata pasien, then menuliskan resep, tidak punya melihat mata, lalu mempersilahkan pasien diambil ruangan, masih dengan tanpa melihat mata.
Dr. Tan lain, ia ~ memberikan bahasa tubuh apa sangat teatrikal karena menggambarkan terms tubuh apa mengalami masalah, ia tambahan tidak enggan berteriak kecewa, gembira atas reaksi juga jawaban pasien yang sesuai atau noël dengan harapannya. Sebenarnya mengasyikan begitu banyak, begitu banyak melihat dokter satu ini saat berpraktek.
"Bawa saja, bagian riak Anda yang sakit itu ke bengkel Astra, bertanya tentang dibetulin di sana, kalau sudah balikin dan pasang lagi"Tiba-tiba penyimpangan satu kalimat pedas Dr. Tan memutus lamunan saya. Ada apa nih?
"Salah satu puncak kegob***an world kedokteran adalah maraknya spesialisasi ini dan itu di sana-sini. Lalu pasien yang dateng setelah mereka diperlakukan layaknya onderdil mobil, dikerjakan satu persatu apabila rusak, bukannya dilihat sebagai satu tangga sistem, kapan mau pulih beneran?" Omelnya dengan nada sangat keras.
Kemudian ia menjelaskan secara sistematis, mengapa body tidak sepatutnya dilihat dari body organ per organ.
Penyumbatan koroner kardiovaskular misalnya, noël bisa tidak, penyebabnya hampir 100 persen berasal dari makanan, tapi setiap kali pasien penderita jantung koroner tretan menjalani operasinya bedah jantung, siapa tahu di pasang ring atau treatment lainnya, jarang sekali dokter jantung apa memberikan tuntunan panduan makan secara cermat kepada pasien.
Paling-paling panggilan ini dilempar nanti dokter fasih gizi, yang kita semua untuk mengetahui mayoritas cuma bisa ~ memberikan rumus langsing bukannya resep untuk hidup sehat.
Kalau apa satu ini saya punya pengalaman pribadi, times diajak bekerja sama melalui salah satu hati-hati gizi kondang di Jakarta. Waktu saya sodorkan pola makan anti melelahkan dengan manipulasi bahan memberi makan terkait dengan produksi zatneurotransmitter.
Dokter menemani itu terbengong-bengong, "Wah, saya mah taunya cuma bikin orang kurusu doang. Gak tau nih begini-beginian?"
Jadi kembali ke kasus Dr. Tan tadi. Di mana seorang pasien bisa pulih secara paripurna, kalau dokternya aja saling lempar-lemparan kasus? Ia begitu banyak, begitu banyak lagi memaki konsep spesialisisasi secara secara arbitrary di world kedokteran.
"Makanya kalau ada orang meminta saya ini spesialisasi apa? Saya jawab, saya ndak mekanik bengkel, saya dokter!" Ini adalah deviasi satu kalimat tajam dari beliau yang diucapkan saat dulu pertama temu saya.

MAKAN SEHAT & BERGERAK

Akhirnya Dr. Tan memberikan resep sehat bagi setiap pasiennya. Bukan, beliau ndak mencatat kalimat-kalimat berbahasa latin untuk diteruskan setelah apoteker dan diubah were tablet, pil, salep atau obat cair, tidak!
Resep apa ditulis melalui Dr. Tan, jangankan seorang apoteker, seorang tukang sayur apa biasa mampir usai rumah dari mereka pagi-pagi pun mungkin mengerti.
"Jangan ada yang protes, makanan apa saya rujuk ini bisa ~ membuat dari mereka menikmati kehidupan atau tidak! Kalau mau sembuh, ya? Anda-anda ini bersinar sekali adalah orang yang sudah hampir seumur lives menikmati hidup dengan kesukaan lidah ke makanan yang enak, tapi salah!" Dr. Tan siap menekankan treatise ini di mulailah pemberian resep hidup sehatnya."Sekarang their harus dibayar harga nikmat tapi mematikan tersebut mencapai berdisiplin mengikuti apa yang saya berikan" Tukasnya mencapai tatapan tajam.
Apa apa diminta melalui Dr. Tan sangatlah sederhana karena dimengerti dan dilakukan, tapi bagi para so called "penikmat hidup", pastilah mendesak berat untuk dituruti.
Saran beliau : 1. "Tidak ada gula!"
Orang sering dengan bodoh mengira bahwa penumpukan lemak menyertainya lahir sebenarnya konsumsi lemak apa berlebihan. Padahal Dr. Tan mengatakan, "Manusia menyertainya punya threshold untuk lemak, yaitu rasa mual dan muak. Langka ada manusia apa mengkonsumsi lemak lebih banyak dari pilihan tubuhnya menerima".
Penumpukan lemak batin tubuh kita, mayoritas lebih kepada konsumsi gula apa berlebihan di dalam segala bentuk.
Kandungan gula yang terlalu tinggi produksi tubuh mengeluarkan insulin berlebihan karena menormalkan lonjakan gula darah dan mengakibatkan kelenjar pankreas lelah.
2. "Buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat"
"Berhenti makan beras, tepung ataukah sumber karbohidrat umum lainnya! Kalau tuhan mau kita makan beras, kita siap dikasih tembolok dari lahir!"
Masih terkait dengan apa yang diutarakan kemudian konsumsi gula berlebihan, Dr. Tan menekankan di atas karbohidrat ini adalah berubah menjadi gula, dimana cadangan gula apa berlebihan menjadi segera ditransformasikan melalui tubuh dalam bentuk glikogen (disimpan dalam trần - otot) serta trigliserida (lemak).
Angka trigliserida tinggi adalah sumber obesitas yang sekarang semakin marak menyerang hayatnya manusia.
"Jangan panik, mencapai bilang, kalau gak makan nasi badan saya lemas" Tukasnya dahulu ada pasien yang protes. "Tubuh dari mereka membangun kebiasaan, ndak memenuhi kebutuhan.
Pernah liat orang yang habis makan, pakan Padang? ke dua jam, bukannya semakin kuat, mereka malah menjadi mengantuk! So, dari mereka bilang anda lemas, kalau noel makan nasi?"
Dr. Tan memberikan partij penggantinya segera. Buah dan sayur kemudian sumber karbohidrat. Ia menyajikan urutan buah-buah yang memiliki kontak fructose -gula innate buah- aman. Ia juga menekankan cara menyajikan sayuran yang baik.
"Jangan bilang Anda siap makan sayur kalau apa dimakan sayur bening ataukah sayur cap cay, itu bukan sayur, itu sampah batin bentuk sayur!" Ucapnya dalam ton tinggi.
"Sayur dimasak cantik pasti enzyme-nya mati, gak ada gunanya untuk tubuh, paling cuma serat-seratnya aja. Makan nabati mentah yang dicuci bersih, kalau takut sama pestisida, memiliki beli apa organic ataukah tanam sendiri di dore rumah!"
3. Noël ada cinbable binatang
"Sapi menyertainya begitu anaknya cantik bisa berjalan, ia akan segera berenti menyusui dan membiarkan anaknya temukan makan sendiri, umat ​​manusia itu satu-satunya species yang cukup gob*** untuk mati-matian search susu spesies go dan dirasa membutuhkannya".
Ia then menyambung lagi, "Anak kecil di atas usia 2 lima dipaksa curam susu, rakyat tuanya noël sadar bahwa anak itu become mengalami kesulitan pencernaan, karena cadangan enzyme-nya ini adalah terkuras karena mencerna bahan makanan apa semestinya noël ia konsumsi lagi".
Pendapat apa sejalan dengan apa yang diungkapkan melalui Hiromi Shinya kyung Enzyme pangkal atau miskonsepsi accordingly intoleransi laktosa kadang dianggap noël ada saat sang anak tidak mencret waktu minum susu. Padahal sang anak menunjukan komplikasi alergi lain, infeksi kulit, eksim, gatal-gatal, sembelit, obesitas, menyudahi terserang diseases hingga asma.
Saya sih sudah knows persis sebenarnya bahaya berikan padaku sapi. Dari sisilactose intolerant, casein, non absorb calcium tambahan gak ada guna-gunanya sedikitpun bagi tubuh. Tapi rakyat lain?
Fakta satu ini produksi mereka terkaget-kaget. Maklum jor-joran uang apa digelontorkan pabrikan cinbable memang produksi kampanye kebutuhan manusia terhadap cairan membuat binatang ini terasa begitu membahana dan itu adalah seorang master kehidupan kita.
"Kurang maafkan saya kalau kita gak curam susu? Kalsium? Bohong pabrikan itu, kalau gak curam susu kita kekurangan kalsium. Kalsium di cinbable sapi gak bisa diserap tubuh manusia, titik!"

Ia kemudian menunjukan sebenarnya kelicikan produsen susu untuk berkelit dari upaya curang saat orang apa minum cinbable tetap terserang osteoporosis.


"Pasti ada tulisan kecil, terutang kecil, di penyimpangan satu sudut kotak ataukah kaleng susu, apa menuliskan sentence semacam "Harus disertai mencapai aktivitas fisik apa rutin", enim mereka sanggup mengelak dari pasal penipuan usai masyarakat".
Ia also menertawakan satu produser susu sapi apa begitu gencar memasarkan produk susu kalsium tapi diembel-embeli dengan kalimat "berjalan 10.000 langkah perhari".
"Anda mau nyuruh kakek-nenek yang renta berjalan 10 kilometernya sehari? Gak keropos bener, tapi apa ada mereka matek, kecape"an" ujarnya dengan aksen Jawa sangat kental.
Usaha mati-matian di satu sisi tapi melewatkan sisi apa lain, adalah upaya yang kadang noel membuahkan sasaran maksimal.
Menjaga memberi makan tanpa pernah positif menggerakan riak secara tepat akan produksi fitalitas kita terganggu. Demikian pula hal sebaliknya.

KESEMBUHAN HAKIKI

Dr. Tan ini berhadapan menjangkau segerombolan pasien yang telah menyia-nyiakan health mereka menjangkau berbagai cara, ia harus berlaku melelahkan dan kejam, karena membuat pasiennya sadar dan alter gaya hidup mereka pantas dengan kebutuhan.
"Kita boleh dibilang galak dan saklek. Tapi kalau mau merubah kebiasaan buruk orang, kita gak boleh kompromi.Terserah mereka mau melakukan atau tidak, it"s a issue of choice, kok..Benar! If girlfriend don"t like apa we do, don"t pertained to us, however if friend think maafkan saya we carry out can tolong you, therefore come!Sederhana kan?Kesehatan akun itu harus bersifat hakiki. Kalau kita sakit, harus mau penyebabnya, bukan cuma gejalanya apa diatasi, itu ~ no penyembuhan, tapi mengulur-ngulur permasalahan"
Dr. Tan shot Yen
Adalah penyimpangan satu ikon dunia kesehatan kelas major di Indonesia, terutama saat pengobatan naturopati mulai mewabah sebenarnya menurunnya kepercayaan social terhadap pengobatan konvensional.
Salah satu videonya sekitar kanker, sanggup dilihat di connect ini : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=342510093191646&id=100022979744584
Bagi yang mencari video sekitar diabetes, bisa dilihat di link ini : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=342761213166534&id=100022979744584
Metodenya yang unik namun ampuh untuk membuat pasien beliau berkembang layaknya bilangan apa dipangkatkan dari waktu setelah waktu. Belum lagi tulisan-tulisannya yang trengginas serta mengena bagi banyak pihak, making gaung nama belakang beliau makin menggema di seantero jagad negeri ini.

Lihat lainnya: A Tale Of Two Sister S - A Tale Of Two Sisters (2003)


Mega seller? Ya, kalau dihitung sebagai buku kesehatan, sebuah subyek non populer di negara ini. Sebuah pembuktian bahwa ilmu apa disandangnya dipandang mendesak berguna malalui beragam pihak.
*

Sekeren itu memiliki profil dr Tan, tapi medeni kalau berobat! WkwkkkBisa-bisa dig**kan, tapi mending memiliki daripada di as*-as*kan.Meskipun semua yang dikatakan dr Tan tuh bener, segenap permasalahan hidup eh permasalahan sikap sebenarnya karena kesalahan pola makan untuk kita sendiri. Cek to, yang darah tinggi, pasti hobinya memang pengucap lidah.Ih, aku akhir-akhir ini juga sering saya ingin melakukannya lidah, terutama terhadap rasa manis.Padahal aku udah dikasih warning kemiripan Gusti Allah lewat sakit gigi apa kumat setiap makan manis, tapi piye ya. Susah also sih memiliki menghilangkan rasa suka terhadap yang manis-manis.Kudu belajar lebih giat dan lebih fokus merawat diri, apalagi anak-anak masih kecil-kecil pula. Rasanya, perjalanan hidup masih jauh karena dijalani #halah