Pernahkah Moms bertanya-tanya kemudian apa posisi hubungan suami istri dalam Islam yang dianjurkan dan diperbolehkan? Yuk cari untuk mengetahui jawabannya di sini.

Anda sedang menonton: Fiqih wanita tentang hubungan suami istri

Dengan kesempurnaannya, Islam arrange semua aktivitas manusia. Awal dari membuka mata di pagi hari, hingga menutup mata di malam hari untuk beristirahat. Kelewat hingga masuk nanti masalah personal seperti hubungan suami istri.

Hubungan suami istri hadir ndak hanya untuk memenuhi kebutuhan bioaktif semata, tetapi juga menjadi pahala kelewat membuahkan manfaatnya bagi kesehatan. Salah satunya adalah gawangnya penelitian dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang menemukan bahwa menghubung seksual yang baik adalah setiap empat malam sekali.

Selain itu, hal apa sering menjadi pertanyaan pasangan suami istri adalah di mana posisi hubungan suami istri di dalam Islam. Sebab, ada kerumunan posisi apa bisa tangan kedua saat berhubungan suami istri namun memberi ragu apakah halaman tersebut dibenarkan batin Islam

Baca Juga: 7 Aktivitas ke Bercinta yang Semakin Hangatkan menghubung Suami-Istri

Posisi hubungan Suami Istri batin Islam

*

Foto: carlocaione.org picture Stock

Bagaimana posisi hubungan suami istri dalam Islam? Dilansir Islam Pos, Islam membolehkan suami istri keuntungan beragam gaya ataukah posisi berhubungan intim sepanjang menuju ‘tempat apa benar’. Hal ini sesuai dengan hadis apa diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

“Umar datang menemui Rasulullah saw dan berkata: “Wahai Rasulullah, binasalah aku.” Rasulullah bertanya: “Apa yang membinasakanmu?”. Umar menjawab: “Aku mengalihkan tungganganku tadi malam,” Rasulullah diam, tidak menjawab apapun. Kemudian turunlah ayat:

“Istri-istrimu adalah (laksana) tanah tempat ledakan tanam bagimu, maka datangilah negara tempat bercarlocaione.orgcarlocaione.orgk tanammu akun itu sebagaimana saja apa engkau kehendaki,” (QS Al Baqarah: 223). (Rasulullah pun bersabda) “Engkau boleh dari dokter atau belakang, tetapi jangan ke dubur dan saat haid.”

Berdasarkan hadis tersebut, Ibnu Qayyim Al Jauziyah di dalam Zaadul Ma’ad menerangkan bahwa posisi tautan suami istri dalam Islam yang most baik adalah saat suami berada di ~ istri. Lokasi ini juga menunjukkan kepemimpinan suami overhead istrinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT: “Kaum laki-laki akun itu adalah pemuka bagi kaum perempuan." (QS one Nisa’: 34).

Baca Juga: Sadari Pentingnya hubungan Emosional Bagi tautan Suami Istri

Adab Posisi koneksi Suami Istri dalam Islam

*

Foto: carlocaione.org picture Stock

Berhubungan suami istri implisit urusan kehidupan yang penting. Implisit posisi koneksi suami istri dalam Islam. Selain memberikan petunjuk mengenai posisi tautan suami istri, Islam juga memiliki adab berhubungan yang harus dilaksanakan, karena hubungan intim bukan just sekedar kenikmatan dan penyaluran gairah seksual, tapi juga bernilai ibadah.

Rasulullah saw menekankan halaman ini agar manusia bisa menahan jam dan mampu mengaga diri dari sesuatu yang haram. Sebab, sesuatu yang halal dan mengandung pahala adalah melakukan hubungan intim menjangkau pasangan yang sah, yakni suami atau istri untuk menyalurkan hasratnya.

Rasulullah observed bersabda: “Wahai para pemuda, siapa apa mampu menikah diantara kamu semua, maka menikahlah. Untuk ia lebih dapat menahan berpawai dan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, hendaknya berpuasa, buat ia such tameng.” (HR Bukhori dan Muslim).

Ada mayoritas adab posisi menghubung suami istri dalam Islam, yakni:

Baca Juga: Demi Kesehatan, Ini 3 Hal yang Wajib dilakukan Wanita ke Berhubungan Seks

Niat. Ini dimaksudkan agar terhindar dari sesuatu apa haram. Berniat karena memperbanyak keturunan dari umat Islam akan dulu pahala terhadap perbuatan ini. Dari Abu Dzar RA sebenarnya Rasulullah observed bersabda: “Dalam kemaluan salah satu di antara kamu menemani itu shodaqoh –maksudnya di dalam berjima mencapai istrinya- mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah satu diantara kita menyalurkan syahwatnya itu mendapatkan pahala? Beliau menjawab: “Apakah pendapat anda kalau sekiranya diletakkan pada yang haram, apakah itu mendapatkan dosa? Begitu juga kalau diletakkan yang halal, maka itu mendapatkan pahala.” (HR Muslim).Berdoa. Baik suami atau istri dapat kata sandi doa: “Dengan namu Allah, memiliki Allah jauhkan syetan dari kalian dan jauhkan syetan dari maafkan saya yang Engkau rezkikan kepada kami. Rasulullah saw bersabda: “Kalau Allah mentakdirkan diantara keduanya anak, syetan noel akan (dapat) mencelakainya selamanya.” (HR Bukhori).Diperbolehkan melakukan hubungan intim lewat qubul (kemaluannya) dari sisi mana saja. Baik dari depan atau belakang menjangkau syarat harus di kemaluannya. Rasulullah observed bersabda: “Baik dokter atau belakang selama itu di kemaluannya (tidak apa-apa)." (HR Bukhori dan Muslim).Tidak boleh lewat dubur. Rasulullah observed bersabda: “Dilaknat orang apa mendatangi istrinya di duburnya.” (HR Ibnu Ady).Diperbolehkan bak mandi bersama. Aisyah RA berkata: “Dahulu saya mandi bersama Nabi SAW dalam satu bejana antara diriku dan dirinya. Bergantian memanggang kami dan beliau mendahuluiku sampai saya mengatakan ‘Biarkan untukku, biarkan untukku’ berkata, “Keduanya batin kondisi junub.” (HR Bukhori dan Muslim).Diharamkan berhubungan intim saat istri sedang haid. ini adalah tetapi diperbolehkan bagi suami menikmati selain dari kemaluan, berdasarkan hadist daei Aisyah RA: “Dahulu Rasulullah observed menyuruh deviasi satu tengah kita selagi haid agar diasuh (pembatas) kain kemudian suaminya dapat menikmatinya.” (Muttafaq ‘alaihi).

Lihat lainnya: Materi Pelajaran Tik Kelas 9 Semester 2 Oleh : Mustakim, S, Rangkuman Materi Tik Kelas 9 Semester 2

Meski memiliki posisi koneksi suami istri dalam Islam yang terbaik, suami sitri bisa ~ mengeksplor bagian tubuh lainnya untuk mendapatkan kepuasan, kecuali lewat dubur.