Pertanyaan : Assalamualaikum wr wbPada times SMA dan aktif di Sie kerohanian Islam saya dikenalkan menjangkau ratib Al-Haddad apa dibaca setiap Jumat bakda Maghrib. Saya dirasa menyatu denganyna hingga saya denoting teman-teman karena memimpin pembacaan ratib. Terlepas dari itu semua, background usai islaman saya adalah Muhammadiyah enim sering kali selagi saya melafalkan rotib sendiri di rumah, saya tdk melakukan tawasulan.Mohon menjawab dari para ust pengasuh, pulih sepertinya ratib Al-Haddad cantik mendarah daging di atas diri saya, disisi lain saya kurang setuju dgn tawasulan (tapi saya tdk pernah mempermasalahkan bagi pengamal tawasul) Jazakumulloh khoir.

Anda sedang menonton: Hukum membaca ratib al haddad


Jawaban :
Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MAAssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Orang-orang Muhammadiyah konvensional memang noël punya kebiasaan membaca dzikir-dzikir semacam ratib Haddad. Sehingga kalau ada anggota atau keluarganya apa membaca ratib itu, memang terasa rada aneh. Biasanya yang sering praktek pembacaan ratib menemani itu kalangan Nahdhiyyin, atau yang sejenisnya.

Pertanyaanya ini menarik, untuk fenomena yang disebutkan di ~ ternyata mengalami anomali. Justru anak dari keluarga Muhammadiyah malah praktek pembacaan ratib Haddad ini. Walaupun masih memilah dan memilih untuk tidak kata sandi bagian yang menurutnya tawassulan.

Untuk itu noel ada salahnya kalau itupenggunaan sedikit mengenal sekitar ratib Haddad dan apa hakikatnya serta bagaimana perbedaan pendapat yang terjadi di sentral umat Islam tentang masalah ini.

Sekilas kyung Ratib Haddad

a. Makna Ratib

Ratib adalah sebuah istilah di dalam bahasa Arab, apa secara harfiyah bermakna sesuatu yang disusun ataukah diatur. Namun makna secara istilah kurang lebih adalah rangkaian dzikir-dzikir, doa, pujian, dan also munajat kepada Allah, yang disusun sedemikian rupa untuk dibaca secara teratur ataukah rutin, sesuai dengan program yang telah dibuat.

Lafadz dzikir itu bisa ~ saja bersumber dari Al-Quran, As-Sunnah ataukah pun hasil gubahan dari penyusun sebuah ratib menemani itu sendiri. Namun meski diperoleh dari Al-Quran ataukah sunnah nabi, peran penyusun ratib adalah making urut-urutannya, mana yang dibaca terlebih dahulu dan mana yang dibaca kemudian. Selain menyertainya peran penyusun ratib also membuat ketentuan untuk pengulangan-pengulangannya, such dibaca tiga kali, tujuh kali, sepuluh kali dan seterusnya.

Biasanya para menyusun ratib ini kemudian mengamalkan ataukah melafadzkan rangkaian ratibnya itu secara periodik, atau pada tiap kesempatan tertentu, benar dengan selera dan kehendaknya. Kelewat para penyusun ratib ini juga mengajarkan karyanya akun itu kepada para muridnya. ~ berpesan agar para mahasiswanya itu selalu setiap membacanya benar dengan jadwal yang telah ditetapkan sang guru.

b. Ratib Haddad

Kalau kita sering mendengar istilah Ratib Haddad, maka itu adalah namu sebuah tipe ratib, yang konon disusun melalui orang apa bernama atau berjulukan Al-Haddad.

Kalau mendengar nama belakang Al-Haddad, bayangan itupenggunaan pasti akan langsung mengarah ke negeri Yaman. Al-Haddad adalah nama belakang sebuah marga apa masyhur di negeri itu. Secara harfiyah kata haddad berasal dari kata besi, barangkali keluarga atau marga itu dijuluki al-haddad buat asalnya merupakan pandai besi, wallahua'lam.

Nama asli pengarang ratib Al-Haddad ini adalah Al-Habib Abdullah bin alwi bin muhammad Al-Haddad. Acibe beliau bukan hanya mengarang satu ratib, namun dari beberapa crowd doa-doa dan dzikir-dzikir apa beliau karang, Ratib Al-Haddad inilah yang paling terkenal dan masyur.

Al-Haddad diperkirakan lives disekitar lima 1000-an hijriyah, kurang lebih 400-an lima yang lalu. Sebab ada penjelasan bahwa ratib Al-Haddad disusun orang orang bilang berdasarkan inspirasi, diatas malam lailatul Qodar 27 Romadhon 1071 H.

Ratib karangannya ini kemudian semakin populer ketika pengarangnya pindah ke Mekkah dan Madinah, dan mengajarkannya di negeri itu. Maka tersebarlah ratib ini hingga setelah berbagai negeri, deviasi satunya sampai nanti tanah waiting kita. Tentu penyebarannya tidak lepas dari keaktifan para murid beliau apa rajin mengkapanyekan ratib ini batin berbagai kesempatan.

Masjid di depan rumah saya, noël malam Jumat habis Maghrib hingga Isya' noël pernah lepas dari pembacaan ratib ini. Lantunan pembacaanya siap sangat akrab di telinga saya, since saya masih kanak-kanak.

Khasiat Ratib

Entah benar entah tidak, tetapi penyimpangan satu yang membuat kerumunan orang tertarik untuk menggelar ratib haddad ini adalah janji atau iming-iming apa sering disebut-sebut oleh para kiyai di kampung, bahwa ratib ini bila harus baca rutin akan dapat membantah bala dan bencana.

Konon dahulu, mulailah mula koknya ratib ini disusun melalui pengarangnya, juga ketika kampungnya sedang mengalami bencana, yaitu munculnya alliran apa sesat dan menyesatkan serta merusak aqidah umat. Lalu sosial diajak karena melafadzkan ratib ini secara rutin hingga terbatas bencana menemani itu hilang menjangkau sendirinya.

Sebuah keterangan mengacu pada bahwa ia mengatakan dahulu ratib Al-Haddad ini disusun buat memenuhi permintaan seorang murid beliau yang bernama amir dari keluarga Bani Sa’ad apa tinggal di Syibam, deviasi satu perkampungan di Hadromaut, Yaman. Tujuan amir meminta Habib Abdullah buat mengarang Ratib, Agar diadakan suatu wirid dan dzikir dikampungnya, agar mereka dapat menjajakan dan menyelamatkann diri dari ajaran sesat yang sedang melanda Hadromaut selagi itu.Pertama kalinya Ratib ini hanya dibaca dikampung amir sendir,i yaitu town Syibam nanti mendapat kebenaran dan ijazah dari Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sendiri. Selepas itu, Ratib ini pun harus baca di masjidil Al-Hawi milik beliau yang di kota Tarim. Di atas kebiasaan Ratib ini dibaca secara berjamaah usai sholat ‘isya’.

Semakin kesini semakin crowd saja kisah dan tale yang disampaikan dari mulut nanti mulut circa khasiat dari ratin ini bila dibaca. Ada apa selamat dari perampokan, makar, turkihalaman sosial, bahkan sampai ancama dari kehancuran berbagai tipe bencana alam. Kalau untuk kita kumpulkan, maka page ini noel akan cukup untuk menyampaikan berbagai saga 'ajaib' tentang khasiat ratib ini.

Tetapi intinya, para pendukung atau melantun ratib ini umumnya believed bahwa ratib ini baca demi untuk menolak bahaya atau bencana.

Lafadz Ratib Haddad

Kalau kita teliti, lafadz atau isi bacaan diatas ratib Haddad terdiri dari ayat-ayat Al-Quran, sebagai surat Al-Fatihah, ayat Kursi kemudian diteruskan dengan bacaan-bacaan yang bersifat demands perlindungan kepada Allah. Lalu diteruskan menjangkau membaca surah Al Ikhlas, surah Al Falaq, surah Annas. Dan masih beberapa lafadz lainnya, yang sebenarnya noel ada satu pun isinya yang bertentangan.

Perbedaan Pendapat

Kalau pun ada yang dipermasalahkan, maka kurang lebih mencakup beberapa chapter :

1. Hukum making atau Menyusun Ratib

Para ulama perbedaan pendapat tentang hukum menyusun lafadz-lafadz dzikir dan doa, apa dijadikan sebuah bentuk yan baku. Sehingga seolah-olah susunan itu datang dari Rasulullah experienced langsung, padahal sebenarnya hanya hasil penyusunan dari rakyat lain.

Sebagian kalangan berpendapat noël mengapa bila untuk kita melazimkan karena membaca susunan doa karya seseorang, secara rutin setiap hari, atau setiap reservasi waktu yang telah diprogramkan, sebab tidak ada dalil yang melarangnya. Apa penting jangan sampai noël dibaca, buat perintah buat berdzikir dan berdoa sangat kawanan dan bertebaran dimana-mana.

Sedangkan kalau seseorang menyusun lafadz doa dan dzikir sendiri, benar dengan selera, lalu dibaca secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan sendiri, tentu noel menjadi masalah. ~ kalau pun also dia mengajak para muridnya buat merutinkannya.

Sementara sebagian kalangan alasan bahwa meski pun lafadz doa dan dzikir bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi kalau cara membaca serta jadwalnya cantik ditentukan sedemikian rupa, maka seolah-olah kita telah menciptakan sebuah ritual ibadah baru, apa mana Rasulullah SAW noël pernah mengajarkannya.

Dalam jam mereka, yang memanggang masalah ~ no lafadznya, tetapi ritual pembacaannya apa bermasalah. Untuk dibaca secara berjamaah, dengan paduan suara, berpengalaman dengan mengikuti susunan tertentu, dan berpengalaman secara rutin setiap waktu. Semua itu dianggap bermasalah, karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW.

Kita berada diatas dua kutub ini, yaitu antara mereka apa membolehkan dan apa melarang. Di negeri kita, kalangan apa mendukung misalnya dari Nahdyiyyin dan sejenisnya, sedangkan yang melarangnya kebanyakan berasal dari Muhammadiyah dan sejenisnya.

2. Bertindak Meyakini Bahwa Ratib Tertentu Punya Khasiat Tertentu

Permasalahan senin adalah kyung khasiat tertentu yang seringkali dijadikan iming-iming, selagi kita membaca types ratib tertentu. Sebagian memperbolehkan adanya keyakinan atas khasiat tetentu, sedangkan yang lainnya melarang.

Mereka apa membolehkan berhujjah bahwa apa namanya pertolongan Allah SWT terbuka untuk siapa saja yang berdoa dan meminta. Sehingga kalau ada apa membaca ratib Haddad ini lalu harapan mendapatkan berbagai macam khasiat berupa pertolongan dari Allah SWT, tentu noël boleh dihalangi. Memang tujuan dari melafalkan ratib adalah untuk mendapatkan berbagai pertolongan dari Allah SWT.

Sedangkan mereka apa menolaknya berhujjah bahwa kebanyakan kisah-kisah 'ajaib' apa disampaikan itu hanya merupakan hayal dan omong kosong yang noel bisa dibuktikan. Enim dianggap sekedar iming-iming yang belum tentu saja benar. Sebab semau iming-iming itu noël berasal dari Rasulullah SAW. Dan yang pasti noel ada jaminan dari Rasulullah observed bahwa mereka yang membaca ratib Haddad akun itu akan memanggang begini atau enim begitu.

Bahkan sebagian kalangan memperingatkan, kalau keyakinan menemani itu berlebihan, pada saat kemudian bisa sampai kepada syirik.

Kenapa?

Karena orang-orang bukan meyakini bahwa Allah SWT apa memberi pertolongan, tetapi justru ratib itulah apa mendapatkan berbagai keajaiban. Padahal seharusnya noël boleh begitu. Kita noel dibenarkan mengharapkan mendapatkan pertolongan dari bacaan, melainkan dari Allah SWT sendiri.

3. Tindakan Mengirim Pahala Bacaan Quran dan Dzikir

Masalah yang ketiga adalah masalah yang sudah amat klasik di dunia Islam, yaitu kyung apakah pahala bacaan Al-Quran ataukah lafadz-lafadz dzikir apa kita ucapkan itu bisa kita menangkal pahalanya kepada orang apa sudah meninggal dunia. Dan masalah inilah barangkali yang were inti dari usulnya di atas, yaitu what yang disebut mencapai istilah wasilah atau perantaraan.

Jawabnya, lagi-lagi ini adalah melecehkan khilafiyah yang sudah cukup panjang didiskusikan oleh para ulama. Intinya, kita noel bisa meskipun salah satu pendapat dari dua pendapat yang berbeda. Lokasi kita apa lebih benar barangkali adalah penerimaan dengan lapang dada adanya detik perbedaan pendapat itu.

Sebab masing-masing pendapat itu ternyata didukung mencapai dalil-dalil apa amat kuat bahkan sukar terbantahkan. Dasar pendapat masing-masing tambahan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih.

Sekedar insula singkat, para ulama apa menyakini bahwa pahala bacaan Al-Quran itu bisa ~ 'dihadiahkan' kepada orang yang sudah sekarat diantaranya adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim. Anehnya, di negeri kita, justru keduanya lebih sering dipuja melalui kalangan apa anti menjangkau mengirim prize pahala kepada setiap orang mati.

Sebaliknya, diantara yang sering disebut-sebut menolak sampainya pahala bacaan Al-Quran kepada orang sekarat justru Al-Imam Asy-Syafi'i sendiri, dengan demikian kebanyakan mereka apa aktif shang berkirim-kirim pahala kepada setiap orang mati, justru bermadzhab Syafi'i.

Maka fenomena ini were sebuah paradoks, atau were apa yang diistilahkan mencapai anomali.

Lihat lainnya: √ 4 Cara Cek Kuota Smartfren 2020, Cara Cek Paket Data Smartfren Termudah Di 2020

Jadi berposisi kita netral saja, noël menyalahkan yang mana dan noël pula harus anti dengan apa mana. Semuanya toh bagian belakang kepada hujjah dan argumen para ulama apa bersifat ijtihadi.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Baca berbeda :
Hukum feminin Haid dilampiri Masjid12 November 2012, 03:25 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 43.059 views
Wanita Haram menjadi Imam untuk Laki-laki7 march 2012, 17:00 | Shalat > Imam | 10.855 views
Benarkah feminin Boleh jadi Imam Shalat karena Laki-laki?6 march 2012, 17:00 | Shalat > Imam | 6.408 views
Mengulang-ulang Tayammum4 march 2012, 17:00 | Thaharah > Tayammum | 6.560 views
Benarkah wanita Haid Boleh firmicutes Puasa?6 September 2008, 22:45 | Puasa > Puasa terlarang | 10.322 views
Mimpi kelembaban Saat Ramadhan6 September 2008, 22:44 | Puasa > cantengan Puasa | 7.770 views
Perlukah Bersyahadat Lagi?6 September 2008, 12:20 | Aqidah > Syahadat | 10.012 views
Kafirkah Orang tua Rasullulloh?6 September 2008, 12:18 | Aqidah > Nabi | 13.935 views
Nabi Isa Disebutkan 25 Kali dalam Al-Quran6 September 2008, 11:53 | Aqidah > Nabi | 7.896 views
Taqdir, Bisakah Diubah?6 September 2008, 11:51 | Aqidah > Takdir | 11.682 views
Cara Menyadarkan Teman yang Inkar-Sunnah6 September 2008, 11:50 | Aqidah > Allah | 17.666 views
Status pernikahan Isteri yang Murtad6 September 2008, 11:49 | pernikahan > Talak | 9.590 views
Baiat Dan Syahadatain6 September 2008, 11:46 | Aqidah > Baiat | 11.722 views
Adakah Ayat Al-Quran atau Hadits yang Dinasakh?6 September 2008, 11:23 | Al-Quran > Nasakh | 12.615 views
Menanam kepala Sapi mencari Keselamatan6 September 2008, 10:16 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 7.868 views
Shalat di Mushalla Ahmadiyah6 September 2008, 03:16 | Shalat > Shalat dalam Berbagai Keadaan | 8.543 views
Apakah Dosa Bila dikumandangkan Pembalut yang tidak Bersih17 June 2008, 22:24 | banci > hukum | 86.225 views
Apakah kelelahan Tilawah Itu?17 June 2008, 01:00 | Shalat > sujud | 13.763 views
Penasaran dengan kelompok Ingkarussunnah16 June 2008, 07:36 | hadis > Pengingkar hadist | 7.731 views
Hukum Menjama` Shalat di kantor dan Ketiduran16 June 2008, 07:33 | Shalat > Shalat Jama | 17.753 views
TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,607,571 views