Piala dunia 2018 di Rusia, Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton. Padahal di Piala dunia 1958, Indonesia nyaris mentas.

Anda sedang menonton: Indonesia vs israel sepak bola


*

*
Timnas Indonesia era 1950-an.

GEGAP gempita Piala dunia 2018 di Rusia kian terasa. Sekira setahun lagi, pesta sepakbola terbesar akun itu akan kembali menggelorakan para penggila nol di berbagai pelosok bumi, implisit Indonesia. Pun begitu, Indonesia lagi-lagi just akan menjadi penonton.

Entah mengapa sepakbola Indonesia bak beraliran di tempat. Suriah saja apa negaranya markas besar luluh-lantak gara-gara perang, punya asa untuk mentas di Piala world 2018. Menjadi salah satu tim urutan tiga keunggulan di Kualifikasi Piala Dunia, bergejala punya kans jika mampu melewati Australia dan tim urutan 4 Zona Concacaf (Amerika Utara, markas besar dan Karibia).

Sementara Indonesia harus gigit jari karena “pagi-pagi” siap gugur di kualifikasi Zona Asia (Asia). Noel sedikit apa merasa timnas Indonesia takkan tampil di Piala dunia sampai kiamat. Selebihnya, masih membanggakan dan “mengakui” bahwa apa tampil di Piala dunia 1938 di Prancis adalah timnas Indonesia.

Sebetulnya Indonesia bisa tampil di Piala dunia 1958 di Swedia andaikata noël ada gengsi politik. Di era 1950-an sampai start 1960-an, timnas Indonesia termasuk harimau Asia ketimbang negara-negara Asia dll macam Jepang ataukah Korea Selatan apa belakangan selalu memanggang langganan perwakilan Asia di Piala Dunia.

“Waktu menemani itu Korea berantakan akibat perang saudara. Jepang masih tertatih-tatih ke dibom atom melalui AS. China masih disibuki oleh Revolusi Kebudayaannya,” tulis Arief Natakusumah batin Drama itu Bernama Sepakbola: gambaran Silang Sengkarut Olahraga, politika dan Budaya.


Pada Kualifikasi Piala dunia 1958 Zona Asia, Indonesia sejatinya nyaris meraih selembar tiket setelah Swedia. Mai hui Saelan Cs. Lolos nanti putaran senin kualifikasi usai memeras keringat menyingkirkan China di putaran duluan Grup 1. Di putaran kedua, Indonesia masih harus meladeni Mesir, Sudan dan Israel. Akan tetapi, tak satu pun tim apa bersedia meladeni Negeri Zionis itu. Indonesia mengikuti langkah Sudan dan Mesir apa secara politis musuh Israel pasca kediktatoran Arab-Israel 1946 dan 1956.

“Indonesia apa secara politik sedang getol-getolnya mengumandangkan perlawanan terhadap neokolonialisme, adopsi Israel such penjajah rakyat Palestina dan buat itu, menolak bersaing di Israel,” tulis owen A. McBall di dalam Football Villains (Baca: Inilah Penjahat Sepakbola).

PSSI sempat persyaratan FIFA untuk menghelat laga Indonesia vs Israel di angkasa netral, bukan di Israel. Namun, permintaan itu saya bubar mentah-mentah. PSSI pun pilihan mundur dari putaran kedua kualifikasi.

“Itu (menghadapi tim Israel) kesamaan saja mengakui Israel. Ya, untuk kita nurut (Bung Karno apa anti-Israel). Enggak jadi berangkat,” kata maulwi Saelan, mantan kiper timnas kepada carlocaione.org pada 2014 silam.

Padahal, jika saat itu otoritasnya tak mencampuradukkan sepabola dan politik, mungkin saja Indonesia datang ke panggung di Piala Dunia. Menilik atlas kekuatan di putaran detik itu, Indonesia jelas unggul segala-galanya di ~ kertas.

Lihat lainnya: Fisika Banget: Contoh Kata Sambutan Ketua Pelaksana, Sambutan Ketua Panitia Santunan Yatim

Sementara Israel, bukan berarti otomatis mungkin berangkat nanti Swedia. FIFA terbuka sebuah tim lolos tidak punya sekalipun bertanding. Nanti dicarikan tim, dipilihlah Wales apa tak lolos Zona Eropa tetapi punya nilai tertinggi di antara yang lainnya. Batin laga home and away, Israel keok mencapai skor agregat 4-0.