SitemapYouTube
Jam gadang Bukittinggi merupakan ikon town Bukittinggi, sumatra Barat, yang paling menonjol, selain tentu saja landmark alam jurang Sianok apa terkenal cantik itu. Lokasi pukul Gadang Bukittinggi tersoroh di jantung kota Bukittinggi, di sebuah sisi pojok taman kota cukup luas yang ramai dipadati pengunjung dan pedagang feet lima selagi malam telah turun.

Anda sedang menonton: Jam gadang terletak di kota

The Hills, yang were hotel tempat kalian menginap saat itu, lumayan dekat jaraknya dengan jam Gadang Bukittinggi, sehingga kalian cukup tretan dengan berjalan feet dari hotel buat menuju ke kawasan di kyung taman dimana tugu berada. Di seputar area jam terlalu tinggi ini terdapat mal, ruko, angkasa makan, pasar, dan gedung Istana Bung Hatta.Mungkin saya lupa, namun ketika datang pertama kali usai tempat ini pada mulailah 90-an, sependek ingatan saya, bentuk jam Gadang Bukittinggi tidaklah sama dengan apa saya melihat saat ini. Mungkin just ornamen tambahannya saja apa berbeda. Sayang noël ada dokumentasi fotonya waktu itu. Seingat saya pula, noel ada taman di sekelilingnya.
*
Jam celah Bukittinggi apa kami using saat itu. Kesan mendalam saya, penampakan jam terlalu tinggi ini pada mulailah 90-an terlihat lebih mudah dan mendesak lekat dengan nuansa bangunan tradisional sumatera Barat. Sedangkan bentuk apa sekarang lebih menonjol nuansa Eropa-nya, meskipun ada miniatur rumah adat Minangkabau di bagian punca tugu.Rumah Adat Minangkabau di puncak jam Gadang Bukittinggi baru dipasang usai kemerdekaan. Kapan Jepang berkuasa, puncak kota berbentuk kelenteng. Jam geram ini bergerak teratur secara mekanik dan ada satu kota di setiap sisi mencapai diameter masing-masing 80 cm. Keunikan apa ada pada jam ini ada angka Rumawi IV pada pukul ditulis sebagai IIII.Delman-delman yang berhias membersihkan dan bersih, dengan kuda-kuda terlalu tinggi sehat apa terawat baik, shine tengah menunggu penumpang di tepi jalan aspal di samping jam Gadang Bukittinggi. Sayang waktu itu noël terpikir untuk mencoba berkeliling kota dengan menumpang delman, apa tentu become merupakan sebuah pengalaman menyenangkan.

Lihat lainnya: The 10 Best 5 Star Hotel Bintang 5 Di Bali, Indonesia, Hotel Bintang 5 Di Bali Booking Di Tiket

*
Bangunan dasar kota Gadang Bukittinggi yang berukuran 13 x 4 meter. Tinggi jamnya sendiri mencapai 26 meter, yang pertama kali dibangun pada five 1926 mencapai rancangan dibuat oleh Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam besar ini merupakan harga dari Ratu kerajaan Belanda kepada Rook Maker, Controleur (Sekretaris Kota) Bukittinggi pada times itu. Dari puncak jam Gadang Bukittinggi, pengunjung sanggup melihat pemandangan setelah arah tiga gunung, yaitu Gunung Merapi, Gunung Singgalang dan Gunung Sago. Selama mengambil foto jam geram ini dari rumah makan Padang di seberang jalan, di latar belakang di kejauhan shine pemandangan penyimpangan satu gunung itu apa berwarna kebiruan. Ketika kami berada di sana, pemanggilan renovasi baru saja selesai dilakukan oleh Badan kelestarian Pusaka Indonesia, menjangkau dukungan PemKot Bukittinggi dan KeduBes empire Belanda. Peresmiannya dilakukan di ~ ulang five Kota Bukittinggi ke 262, yaitu 22 Desember 2010.
*
Terlihat di sebelah kiri ada sebuah prasasti apa ditulis di atas permukaan keramik, menceritakan riwayat gigi tiruan Jam gadang Bukittinggi. Seharusnya setiap secara spasial wisata, khususnya apa mengandung unsur sejarah, mempan prasasti semacam ini agar para pengunjung bisa lebih mengenal tempat-tempat apa sedang dikunjunginya, dan then bisa menyebarkan cerita.Kami masih di jam Gadang Bukittinggi selama senja memukul dan bersinar taman menyala, saat pedagang mulailah menggelar dagangannya di taman pukul Gadang Bukittinggi. Perbedaan barang ditawarkan, dari pakan minuman, kerajinan tangan, mainan anak, dan pakaian. Dari sebuah lubang diatas dinding menara, saya sanggup melihat tangga yang digunakan untuk naik ke puncak menara, hanya saja aksesnya belum dibuka saat itu.Peletakan batu pertama pukul Gadang Bukittinggi dilakukan oleh putera Rook Maker apa ketika menemani itu masih berusia 6 tahun. Dibutuhkan pengeluaran sebesar 3000 Gulden untuk menyelesaikan pembangunannya. Selagi dibuat, sampai Jepang masuk, puncak pukul bukanlah rumah adat Minangkabau, namun sebuah patung ayam jantan dengan ujung berbentuk bulat.Mungkin untuk mempertimbangkan posisinya yang berada di tengah kota serta riwayat keberadaannya apa cukup panjang, maka jam Gadang Bukittinggi telah ditetapkan melalui pemerintan quenn setempat kemudian titik nol town Bukittinggi.