*



Anda sedang menonton: Kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lain adalah

*
Oleh : Muhammad Ansorul HakimManusia adalah deviasi satu alam ciptaan Allah dari sekian makhluk yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam bahasa Al-Qur’an umat ​​manusia adalah sebaik-baik penciptaan (QS. At-Tiin : 4). Keistimewaan itu awal dari bentuk fisik yang nyaris berbeda bahkan unggul dibandingkan dengan makhluk lain. Walaupun salah seorang ilmuwan ilmuwan barat yang bernama Charles Darwin pernah menyatakan bahwa asal usul manusia adalah kera apa terkenal dengan teori evolusinya. Tetapi hal itu terbantahkan oleh kebenaran ilmiah bahwa sangat various antara struktur umat ​​manusia dengan kera. Keistimewaan lain yang sangat membedakan umat ​​manusia dengan alam lain adalah potensi nalar yang dimiliki. Akal di sini variasi dengan otak apa semua makhluk hidup memilikinya, halaman itu dibuktikan walaupun sama-sama memiliki otak tetapi realitas kehidupan manusia lebih berkembang dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain apa statis. Dan msih kawanan lagi keunggulan manusia.Pembahasan sekitar manusia takkan bisa terlepas dari sejarah. Sejarah menunjukkan selalu ada hegemoni manusia di overhead bumi dibandingkan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain. Chapter ini tentu tidak dapat dinafikan buat penciptaan human sejak start mengindikasikan adanya pemberian status ‘mulia’ oleh Allah SWT (QS. As – Sajdah: 9, Al Isra: 70. Al Baqarah: 29). Walaupun di ~ awalnya konon bahwa umat ​​manusia adalah makhluk apa bodoh buat amanah apa ia emban, statusnya kemulian firmicutes melekat di ~ diri human sebagaimana yang telah Allah SWT jelaskan di dalam ayat Al Quran (QS. Al Ahzab: 72).Kisah keberadaan manusia bermula dari Nabi Adam as. Diciptakan. Saat menyertainya Allah SWT meminta kepada heck dan Malaikat buat bersujud kepada Adam as (QS. Al Baqarah: 34). Namun, gudang di bawah tanah menolak perintah Allah SWT tersebut dan membangkang dengan logika apa tak masuk nalar bahwa origin penciptaan nya were bukti bahwa ia lebih mulia dari Adam together (S. Al A’raf: 12). Allah SWT pun melaknat iblis sampai hari pembalasan atas sikap yang ia tunjukkan dan dihukum nya sebagai penghuni neraka (QS. Al Hijr: 35). Heck tidak mau pasrah dan menyerah atas keputusan Allah SWT, sekalipun ia mengakui keimanan nya hanya kepada Allah SWT. Ia bersumpah karena menjerumuskan Adam as. Beserta anak cucu keturunannya sehingga dapat menemaninya menjadi penghuni neraka (QS. Al Hijr: 36, 43; Al A’raf : 21). Maka, jadilah Nabi Adam as. Beserta Hawa dihukum oleh Allah SWT diturunkan nanti Bumi untuk mengabaikan perintah-Nya disebabkan godaan heck (QS. Al A’raf: 24 ). Hal yang paling perlu diingat adalah sejak turunnya Adam as. Setelah Bumi, noël menjadikan sumpah heck terselesaikan. Untuk ia bersumpah untuk menjerumuskan manusia secara keseluruhan.Setelah penurunan Nabi Adam as. Setelah bumi, maka tugas manusia bertambah. Di atas awalnya hanya beribadah kepada Allah SWT (saat akun itu Nabi Adam as. Dan Hawa masih berada di Surga), muncul mewajibkan lain yang diemban oleh umat ​​manusia yakni menjadi khalifah di Bumi Allah (QS. Adz – Dzariyat: 56; Al Baqarah: 30). Senin hal inilah (yang tak lain juga merupakan sasaran penciptaan manusia) yang were tolak ukur gudang di bawah tanah beserta anak cucu keturunannya karena menyelewengkan manusia dari tugas yang dibebankan kepada mereka.Dunia melalui Allah SWT dijadikan pembebanan dua berkomitmen ini apa harus dilaksanakan melalui manusia. Keberadaan dimensi dunia sebagai tempat dan waktu pembebanan mewajibkan memberikan implikasi dengan adanya dimensi yang bersifat eskatologis, yaitu akhirat kemudian tempat dan waktu pembalasan. Adanya dua dimensi ini menjadi bukti kokoh bahwa siapa saja manusia apa berhasil lolos dari godaan dunia apa dilancarkan kepadanya, maka ia become mendapatkan balasan terindah, yaitu dikembalikan ke tempat asal mulanya di akhirat berupa surga (QS. Al Baqarah: 25). Demikian juga sebaliknya, siapa saja manusia apa terjerumus oleh godaan dunia, maka ia become bersama heck tersiksa di di dalam neraka (QS. Al Baqarah: 24). Detik implikasi ini merupakan suatu bab metafisik yang tentu dapat dimengerti melalui setiap manusia jika memiliki The Worldview that Islam yang dijadikan kemudian alam mengingat dan berpawai hidup.Pembebanan dua tugas ini yang tak lain adalah sebuah amanah noël serta merta Allah SWT berikan kepada manusia.
*
Setidaknya Allah SWT memberikan tujuh pilar kehidupan yang menjadi sumber daya untuk menopang amanah yang ia pikul. Ketujuh sumber daya tersebut tak go adalah makhluk semesta, akal, fitrah, syahwat, syariat, kebebasan memilih, dan waktu. Sabtu sumber daya ini dapat used oleh manusia jika ia memanfaatkan potensi ketakwaan apa ia memiliki dengan melakukan pembersihan jiwa ataukah dapat disebut Tazkiyatun Nafs (QS. Asy –Syam: 9). Jika manusia tidak memanfaatkan potensi ketaqwaannya ini, maka ia menjadi mudah tergoda oleh bisikan iblis dan para pengikutnya. Ia ini adalah terjerumus nanti dalam potensi kejiwaan apa cenderung kepada kefujuran (QS. Asy – Syam: 10). Setiap manusia apa dapat stabil jiwanya ia menjadi mendapatkan keberuntungan berupa balasan surga di akhirat kelak. Namun, jika potensial kefujuran dalam jiwa human lebih dominan, maka ia akan dulu orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Setiap manusia diberikan kebebasan memilih untuk menapaki dan meretas jalan ketakwaan atau jalan kefujuran (QS. Al Balad: 10).Pemilihan jalur ketakwaan atau jalan kefujuran ketergantungan kepada jiwa manusia. Jiwa human merupakan aspek paling unik apa dimiliki oleh manusia (QS. Asy – Syam: 7). Jiwa ini ini adalah cenderung kepada tiga halaman dimana ruh dan hawa saling tarik ulur untuk mengalahkannya. Apabila hawa lebih dominan dibandingkan ruh, maka yang menguasai jiwa human adalah keinginan untuk memenuhi selera kesenangan semata dan jiwa ini adalah cenderung karena selalu menyuruh raga kepada keburukan (QS. Al Furqon: 43). Jika pengaruh kekuatan antara ruh dan hawa seimbang, maka logika akan banyak bicara. Menjadi terjadi menabrak dan pergolakan yang keras antara keinginan amal shalih dan kecenderungan maksiat sehingga akan menjadikan jiwa selalu menyesali diri (QS. Al Baqarah: 9). Sedangkan apabila apa dominan adalah mendorong ruh dibandingkan mendorong hawa, maka human akan berzikir pada setiap keadaan sehingga jiwa dulu tenang (QS. Ali ‘Imran: 191).Pada akhirnya, setiap orang hakikat human ini akan jelas dipahami jika dunia telah hancur untuk kiamat yang terjadi. Pada saat itu umat ​​manusia akan meminta pertanggungjawaban overhead amanah apa diberikan kepadanya berupa tugas buat beribadah kepada Allah SWT semata dan menjadi khalifah di pembayaran di muka bumi. Maka dari situlah manusia akan sanggup diketahui siapa manusia sebenarnya.

Lihat lainnya: Sebutkan Contoh Sumber Energi Yang Tidak Dapat Diperbarui Dan Contoh

Manusia yang memilih jalan takwa adalah manusia apa amanah apa mampu menunjukkan jati dirinya kemudian makhluk mulia di sisi Allah SWT. Sebaliknya manusia apa memilih jalan fujur adalah umat ​​manusia yang noel bertanggungjawab dan menyalahi tampilan malam penciptaanya such abdi dan wakil Allah SWT di maju bumi.