Selepas waktu Subuh, umat Muslim bisa mengerjakan ibadah sunnah apa sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW, yakni Shalat Dhuha.

Anda sedang menonton: Manfaat sholat dhuha 12 rakaat


*
lihat foto
*

*

TRIBUNcarlocaione.org.COM - Selepas times Subuh, umat Muslim mungkin mengerjakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan NabiMuhammadSAW, yakni Shalat Dhuha.

Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulailah naik kurang lebih 7 hasta since terbitnya (kira-kira jam tujuh pagi) hingga waktu Dzuhur.

Jumlah rakaat Shalat Dhuha minim 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.


Tidak ada perselisihan di antara ulama mengenai jumlah rakaat minimal Sholat Dhuha, yakni dua rakaat berdasarkan hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan Sholat Dhuha.

Namun, mereka variasi pendapat kyung berapakah jumlah rakaat maksimal Sholat Dhuha.

Dalam bab ini setidaknya ada tiga pendapat:

Pertama, jumlah rakaat maksimal adalah delapan rakaat. Pendapat ini dipilih malalui Madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali.

Dalil yang digunakan madzhab ini adalah hadis Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya ketika fathu Mekah dan Beliau shalat delapan rakaat. (HR. Bukhari, no.1176 dan Muslim, no.719).

Kedua, rakaat maksimal adalah 12 rakaat. Ini merupakan pendapat Madzhab Hanafi, penyimpangan satu riwayat dari Imam Ahmad, dan pendapat lemah di dalam Madzhab Syafi’i. Pendapat ini berdalil menjangkau hadis Anas radhiallahu’anhu


من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.” Namun hadis ini tersirat hadis dhaif. Hadis ini diriwayatkan melalui Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini gharib (asing), noël kami tidak kecuali dari jalur ini.” Hadis ini didhaifkan sejumlah lancar hadis, diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani batin At-Talkhis Al-Khabir (2: 20), dan Syaikh Al-Albani batin Al-Misykah (1: 293).

Ketiga, noël ada batasan maksimal karena Sholat Dhuha. Pendapat ini apa dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi.

Dalam kumpulan fatwanya tersebut, Suyuthi mengatakan, “Tidak terdapat hadis yang membatasi Shalat Dalah pendapat yang noël memiliki sandaran sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn Hajar dan yang lainnya.”.

Beliau tambahan membawakan catatan Al-Hafidz Al-‘Iraqi batin Syarh Sunan Tirmidzi, “Saya noël mengetahui seorangpun sahabat maupun tabi’in yang membatasi shalat dhuha mencapai 12 rakaat. Demikian pula, saya noel mengetahui seorangpun ulama madzhab kalian (syafi’iyah) – yang membatasi jumlah rakaat dhuha – yang ada hanyalah pendapat apa disebutkan melalui Ar-Ruyani dan disusul oleh Ar-Rafi’i dan ulama yang menukil perkataannya.”

Setelah mengacu pada pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, As-Suyuthy mengacu pada pendapat sebagian ulama malikiyah, yaitu Imam Al-Baaji Al-Maliky dalam Syarh Al-Muwattha’ Imam Malik. Beliau mengatakan,

“Shalat dhuha bukanlah termasuk shalat apa rakaatnya dibatasi mencapai bilangan tertentu yang noël boleh ditambahi ataukah dikurangi, namun shalat dhuha implisit shalat sunnah yang boleh dikerjakan semampunya.” (Al-Hawi lil fataawa, 1:66).

Cara melaksanakan Sholat Dhuha

Banyak yang belum dipahami keutamaan Sholat Dhuha.

Bagaimana niat dan cara pelaksanaan Sholat Dhuha?

Ternyata Sholat Dhuha bisa senilai mencapai sedekah seluruh persendian.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah batin sebuah ceramahnya yang dikutip Wartakotalive.com dari tanggung jawab instagram tulisan muslimah, wahai anak Adam rukuklah 4 rakaat di pagi days maka menjadi aku penuhi hajatmu pada aku itu.

"Apa saja apa kamu, aku ini adalah penuhi kata Allah. Jadi apa boleh saya salat 4 rakat untuk bisa tercapai keinginan saya? ya boleh saja untuk kita salah karena mengejar maafkan saya yang dijanjikan oleh Allah," ujar Ustadz Khalid Basalamah.

Dalam Alquran surat Al-Imran ayat 133

Wa sāri"ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin "arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u"iddat lil-muttaqīn

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas thiên dan bumi apa disediakan untuk orang-orang apa bertakwa.

Sholat Dhuha juga akan itu mudah urusan itupenggunaan hingga di atas siang.

Ditambah lagi shalat tersebut sanggup menyamai pahala haji dan umrah yang sempurna.

Juga Sholat Dhuha tersirat shalat orang-orang yang back taat.

Ada 4 manfaat Sholat Dhuha sebagai dikutip Wartakotalive.com dari Rumaysho.com

1. Mengganti sedekah dengan seluruh persendian

Dari Abu Dzar, NabiMuhammadSAW bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi aku diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian buat bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa kemudian sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa such sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa ~ dicukupi (diganti) dengan mandat Sholat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Padahal persendian yang ada pada seluruh sikap kita sebagaimana dikatakan di dalam hadits dan dibuktikan batin dunia diberkatilah anda adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah mengacu pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

“Sesungguhnya setiap umat ​​manusia keturunan Adam diciptakan di dalam keadaan luaran 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

Hadits ini dulu bukti always benarnya sabda NabiMuhammadSAW. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan Sholat Dhuha sebagaimana disebutkan pula batin hadits dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengarkan Rasulullah observed bersabda,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu luaran kewajiban karena bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah mencapai seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?”

Nabi Muhammad SAW lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan perambahan dari jalanan. Jika engkau noël mampu does seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadist ini shahih ligoirohi)

Imam nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil apa menunjukkan keutamaan apa sangat terlalu tinggi dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya apa mulia. Dan Sholat Dhuha bisa tampan dengan dua raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).

Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Hadits Abu Dzar dan hadis Buraidah demo keutamaan apa luar biasa dan kedudukan apa mulia dari Shalat Dhuha. Bab ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at Sholat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, siap sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus” (Nailul Author, 3: 77).

2. Ini adalah dicukupi urusan di akhir siang

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, bukan engkau tinggalkan empat raka’at shalat di mulailah siang (di waktu Dhuha). Maka itu ini adalah mencukupimu di beranjak siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, in ~ Tirmidzi no. 475, advertisement Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Penulis ‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa ~ mengandung pengertian bahwa Sholat Dhuha ini adalah menyelematkan pelaku dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa Sholat Dhuha dapat mengolah dirinya dari terjerumus di dalam dosa ataukah ia pun become dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya sanggup lebih diskursif dari itu.” (‘Aunul Ma’bud, 4: 118)

At Thibiy berkata, “Yaitu engkau become diberi kecukupan di dalam kesibukan dan urusanmu, serta become dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai ke engkau shalat hingga di atas siang. Apa dimaksud, selesaikanlah urusanmu menjangkau beribadah di atas Allah di mulailah siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di di atas siang.” (Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478).

3. Mendapat pahala Haji dan Umrah yang sempurna

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan Shalat Subuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir di ~ Allah hingga matahari terbit, then ia mandatnya shalat dua raka’at, maka ia such memperoleh pahala Haji dan Umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala apa sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Al Mubaarakfuri rahimahullah batin Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ at Tirmidzi (3: 158) menjelaskan, “Yang dimaksud ‘kemudian ia mandatnya shalat dua raka’at’ yaitu setelah matahari terbit. Ath Thibiy berkata, “Yaitu kemudian ia mandat shalat nanti matahari meninggi setinggi tombak, sehingga keluarlah times terlarang karena shalat. Shalat ini berpendapatan pula shalat Isyroq. Shalat tersebut adalah waktu shalat di mulailah waktu.”

4. Implisit shalat awwabin (orang yang back taat)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

“Tidaklah mengolah shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan malalui Syaikh Al Albani dalam Shahih in ~ Targhib wa at Tarhib 1: 164). Imam nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah people yang kembali taat” (Syarh shahih Muslim, 6: 30).

Waktu Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhuha terbentang since matahari naik hingga condong setelah barat.

Di Indonesia, times ini terbentang selama beberapa pukul sejak 20 menit ke matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk times Dzuhur.

Namun menurut Ustadz Abdul Somad, waktunya mulailah 12 menit ke matahari terbit dan penyelesaian 10 menit silam waktu Dzhuhur.

Waktu yang lebih utama adalah setelah seperempat siang. Yakni sekitar jam 8.30 WIB untuk Surabaya dan 9.00 WIB buat Jakarta.

Membaca niat Sholat Dhuha

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaaAdapun jumlah rakaatnya, minimum dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Diatas setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat diatas umumnya.

Lihat lainnya: Kisah Nyata Tentang Cinta Beda Agama, Ketika Cinta Beda Agama Hadir Dalam Kisah Kami

Ada satu doa Sholat Dhuha apa biasa dibaca:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin).(*)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan titudit Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat, 8 Rakaat, 12 Rakaat, penuh Doa Setelahnya,