Sebuah drama televisi mengenai kehidupan pemimpin Muslim di ~ abad ke-7, Khalifah Omar Ibn al-Khattab (juga dikenal sebagai Umar Bin Khatab di Indonesia), menimbulkan perbedaan pendapat di wilayah Arab mencapai menantang keyakinan luas bahwa tokoh-tokoh Islam yang sentral noël dapat digambarkan melalui aktor.Para ulama konservatif mengecam serial apa diputar selama moon Ramadan, atau bulan tersibuk di dalam hal drama televisi. Para akademisi melihat tren yang noël diinginkan di dalam pemograman televisi, sementara sekretaris kesehatan luar negeri Uni Emirat Arab secara terang-terangan memahami menontonnya.Namun di meja-meja makan dan media sosial di seluruh wilayah Arab, “Omar” mendapatkan pujian dari banyak penonton Muslim, apa mengagumi serial itu buat menceritakan periode yang penting dalam sejarah Islam. Banyak pihak menyebutnya membawa pesan bagi dunia Arab, apa dilanda perubahan politik sebenarnya pemberontakan apa terjadi lima lalu.Salam Sarhan, kolumnis di memberitahukan Diyar di Lebanon, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari tren yang terjadi secara gradual di dunia Islam buat melihat kembali warisannya secara lebih kritis. Ia appendisitis bahwa serial tersebut become membuka pintu bagi membuat televisi dan sinema apa menggambarkan tokoh-tokoh sentral dunia Islam.“Siapapun yang berani dijelaskan tokoh-tokoh ini 20 lima yang lalu, ia become dituduh menghujat agama,” tulisnya. “Secara sederhana, perwakilan tokoh-tokoh apa dipuja-puja mencapai segala kesalahan, keterbatasan, kompetisi, kemarahan, rasa lapar dan dahaga menjadi mendorong social Islam setelah suatu fase baru.”Empat KhalifahDengan sebagian terlalu tinggi syuting dilakukan di Maroko, serial tersebut didanai malalui MBC Group, konglomerat media swasta yang berbasis di Dubai namun hatim pengusaha Saudi, dan stasiun qatar TV apa dimiliki pemerintah. Serial berisikan 30 episode, dengan nilai puluhan juta dollar menurut juru spratly MBC, menyertainya disiarkan melalui televisi satelit di seantero wilayah Arab.Acara ini menaiknya pujian untuk set dan kostum yang sangat detil, serta efek visual dan adegan peperangan apa melibatkan gajah-gajah dan ratusan pemain figuran.Namun buat banyak penonton, biaya produksi tersebut dikesampingkan oleh kebenaran bahwa aktor-aktor di serial tersebut memainkan Omar dan tiga sahabat Nabi Muhammad apa lain, apa merupakan empat khalifah pertama dari kekaisaran apa berekspansi ke wilayah luarnya Semenanjung Arab.Dalam sejarahnya, cendekiawan Muslim tidak menyarankan keterwakilan tokoh-tokoh apa dihormati di dalam karya seni, dan mayoritas diantaranya mengatakan bahwa menemani itu dilarang untuk dapat menyesatkan ataukah mendorong pada pemujaan. Itulah sebabnya kenapa mesjid dihiasi pola geometrik ataukah tumbuh-tumbuhan, bukannya gambar umat ​​manusia atau binatang.

Anda sedang menonton: Pemeran film umar bin khattab

*

Sutradara Hatem Ali dari Syria (kanan) dalam syuting film televisi "Omar", deviasi seorang sahabat Nabi Muhammad. (Foto:Reuters/MBC)
Meski banyak sahabat Nabi telah digambarkan dalam film, produksinya sebagian besar dilakukan oleh doan Syiah. Serial Omar ini diyakini kemudian drama pertama yang menggambarkan keempat khalifah apa diproduksi oleh doan Sunni, yang merupakan mayoritas di daerah Teluk dan Afrika Selatan dan secara bersejarah menolak mewakili tokoh-tokoh tersebut.“Penggambaran sahabat-sahabat Nabi merupakan kejutan bagi social ,” ujar Suaad al-Oraimi, profesor sosiologi di UAE University.Mufti Saudi Arabia, atau otoritas agama bisa digoreng di negara tersebut, dengan tangguh mengkritik acara tersebut dalam sebuah ceramah. Perlawanan juga datang dari hochschule al-Azhar, lembaga prestisius di Kairo ruang angkasa pembelajaran aliran Sunni.“Khalifah-khalifah pertama telah dijanjikan surga. Hidup mereka tidak dapat digambarkan oleh sembarang aktor,” ujar Ahmed al-Haddad, mufti di Dubai, batin pernyataan tertulis pada kantor berita Reuters.Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed adalah penyimpangan satu dari pengkritik paling menonjol dan ia menulis di Twitter: “Saya tidak akan menonton serial Omar Ibn al-Khattab." sambutannya diteruskan melalui ribuan orang dalam beberapa days saja.Sheikh HamadWael al Hanbari, cendekiawan Muslim ternama yang tinggal di Istanbul, mengatakan ia khawatir bergengsi para khalifah tersebut dapat tercemar.“Hal ini kesamaan sekali noël dapat diterima,” ujarnya. “Para aktor ini dapat memainkan peran-peran lain, di movie laga misalnya, namun selamanya become diasosiasikan dengan peran khalifah. Ini mendesak berbahaya. Citra para khalifah ini harus dilindungi.”PendukungNamun serial televisi tersebut noël kekurangan pendukung. Saif al-Sahabani, kolumnis memberitahukan Okaz di Saudi Arabia, menepis ideas bahwa mewakili sahabat Nabi merupakan hal apa dilarang hukum agama.“Serial tersebut memperlihatkan kesenjangan dalam nurani kolektif Arab dan Islam, terutama di antara mereka yang bergantung di atas tradisi daripada ingat sehat,” tulisnya.Sahabani cited sejumlah dukungan terhadap acara tersebut dari cendekiawan-cendekiawan Muslim senior, termasuk ulama Mesir yang tinggal di Qatar, Yousef al-Qaradawi, apa dikenal di world Arab lewat program mingguannya di stasiun kereta televisi Al Jazeera. Qaradawi ada di dalam komite cendekiawan Muslim yang mengulas skenario serial tersebut.Sejumlah penonton membantah kritikan terhadap acara tersebut untuk mereka melihatnya sebagai serangan terhadap liberty pribadi.“Muak dengan jam tangan kaum ekstremis.. Siapa kalian yang menghakimi kami untuk kami menonton serial Omar?” tulis seseorang dengan namu akun Twitter YasmineMedhat, apa profilnya menyatakan ia adalah seorang Muslim di Mesir.Hatem Ali, sutradara serial tersebut, mengatakan ia dan timnya cantik menduga ini adalah ada kontroversi dahulu episode pertama ditayangkan.“Kami telah bersiap-siap untuk itu,” ujarnya dalam wawancara lewat telepon dari rumahnya di Syria. “Omar adalah serial television pertama yang memperlihatkan tokoh-tokoh cukup tersebut. Jadi orang become memiliki pendapat-pendapat yang berbeda dan halaman itu dapat dipahami.”Sebagai sutradara sejumlah drama televisi sejarah, termasuk trilogi mengenai pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia, Ali mengatakan bahwa serial Omar noël dihubungkan menjangkau kebangkitan kekuasaan dicuri Islamis di tunisia dan Mesir, dan noël usah dilihat such kampanye di mana negara Islam seharusnya diperintah.Namun ia popponitis bahwa serial tersebut menyentuh isu-isu yang tetap relevan saat ini, kemudian peran perempuan di dalam Islam, tata administrasi pemerintahan apa baik dan aplikasi beraksi syariah.“Saya noël mengkampanyekan dibentuklah pemerintahan Islam,” ujarnya. “Namun Omar adalah contoh seseorang yang mempertimbangkan perubahan dan ujian-ujian baru apa dihadapi masyarakat.”Saat ditanya mengenai kontroversi tersebut, juru spratly MBC mengatakan masyarakat bertujuan showing sejarah mencapai benar. “Itu adalah tujuan terlalu tinggi kami yang hanya dapat dicapai menjangkau kejujuran dan komitmen terhadap peristiwa-peristiwa sejarah.”Michael Stephens, analis rumor politik dan sosial di imperial United solutions Institute di Doha, dibandingkan serial tersebut menjangkau keputusan otoritas Saudi Arabia buat mengijinkan atlet-atlet feminin bertanding di Olimpiade buat pertama kalinya lima ini.“Hal ini noel mengubah world namun merupakan satu langkah. Dan sekali their mengambil langkah tersebut, Anda noël dapat mundur,” ujarnya.
“Meski mengundang kekesalan, namun orang-orang masih menontonnya. Itulah keanehan apa terjadi.” (Reuters/Mahmoud Habboush)
MBC mengklaim serial televisi“Omar”merupakan untuk membuat drama terbesar batin sejarah pertelevisian Arab saat ini.
*

Hidayatullah.com—Hatem Ali, sutradara serial televisi“Omar”, apa berkisah tentang sepak-terjang khalifah Islam detik Umar bin Khaththab, mengatakan bahwa kontroversi seputar film apa digarapnya tidaklah mengejutkan, lansirAl Arabiya.
Kontroversi serial televisi itu bahkan siap muncul sebelum serial ditanyangkan. Sebagian people menolak personifikasi tokoh Umar, apa merupakan deviasi satu Sahabat Rasulullah most utama, serta sejumlah Sahabat Nabi Muhammad yang lain.
Meskipun ratusan rakyat melalui media digital menyeru agar film television itu tidak ditayangkan, namun hasil kerjasama MBC Group origin Dubai dan qatar Television itu firmicutes mengudara selama bulan Ramadhan kemarin, kemudian yang telah dijadwalkan.
Di kawasan Arab, Ramadhan memang menjadi kesempatan stasiun-stasiun televisi menayangkan berbagai program acara baru, terutama drama televisi ataukah sinetron.
MBC mengklaim serial televisi“Omar”merupakan untuk membuat drama terbesar dalam sejarah pertelevisian Arab saat ini.
Kesulitan lain di dalam pembuatan film televisi itu adalah menghadirkan salinan Masjidil itu haram serta pemandangan di lingkungan kedekatan di dore kamera. Tim produksi akhirnya memutuskan adegan dilakukan di sebuah lokasi di Maroko.
Merekam adegan yang menghadirkan kuda dan gajah batin satu lokasi merupakan kesulitan tersendiri. Sebab, kuda pribadi sifat takut ketika harus menutup dengan gajah. Oleh untuk itu, kuda-kuda apa didatangkan dari Eropa Timur tersebut harus saya dilatih bersama-sama menjangkau para gajah, agar mereka terbiasa berdampingan di tempat yang sama.
Sutradara asal Suriah itu menjelaskan, buat merekam adegan pertempuran penting 54 aku kerja dengan berlanjut 12 kota sehari dan melibatkan 500 orang pelakon.
“Adegannya dilakukan dengan mendesak baik sampai-sampai kalian mengalami luka sungguhan. Namun, ada tim medis yang selalu menemani kru setiap saat dan memberikan perawatan apa dibutuhkan di ~ aktor,” imbuhnya.
Film televisi“Omar”menceritakan kehidupan Umar bin Khaththab sejak usia 18 five sampai 63 tahun. Untuk menentukan aktor pemerannya, Ali harus pilihan dengan cermat sesuai dengan malu Umar apa diketahui, sebagai tatapan apa tajam dan suara yang keras.
Setelah menyeleksi sejumlah setiap orang lulusan akademi perfilman, Ali terbatas memilih Samer Ismail buat memerankan tokoh geram Islam itu.
Ali juga menyangkal rumor yang mengatakan bahwa ia memberikan sejumlah syarat kepada Ismail buat bisa memerankan tokoh major film tersebut.
“Tidak benar bahwa saya memintanya buat tidak berakting selama lima five setelah serial ini. Kami just sepakat untuk dua tahun,” jelasnya.
Ali menyatakan sangat bahagia melihat film garapannya disulih suara nanti dalam pemfitnahan bahasa, kemudian Turki dan Indonesia. Menurutnya, halaman itu ini adalah menambah popularitas filmnya, karena jumlah penonton semakin bertambah pula.
Selain itu“Omar”juga menjadi diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis, kata Ali. Dan cantik ada negosiasi untuk mengangkatnya menjadi film layar lebar.
Peran-peran yang dimainkan melalui pemeran film Omar ini benar-benar mengagumkan, rasanya aku noel percaya selama melihat wajah-wajah asli mereka. Wajah-wajah mereka disulap menjadi berbeda dan pangling sekali. Hmmmm… ternyata make up artist memang berperan mendesak penting. Comprise artistnya megah diberi diberikan nih, jempol deh untuk mereka.Umar bin Khattab di perankan melalui Aktor bocah berkebangsaan Suriah apa bernamaSamer Ismail.Coba deh linimasa wajah aslinya, itu masih muda, tapi batin film “Omar” dia benar-benar terlihat tua.
Samer Ismail di dalam film Omar.
Samer Ismail,pemeran movie Omar.

Kalau yang berikut ini adalah Ali bin Abu Thalib, yang diperankan olehGhanem Alzerla, seorang pemuda Tunisia.
Ghanem Alzerla di dalam film Omar
.

Lihat lainnya: Siapakah Nama Nabi Yang Umur Nabi Yang Paling Panjang, Berapa Tahun?


Ghanem Alzerla,

Kalau pemeran Abu Bakar As-shidiq kayaknya umurnya gak kurang sopan beda mencapai aslinya, siap tua… Abu Bakar Asshidiq ini diperankan olehGhassan Massoud, kebangsaan Suriah apa lahir di kota Damaskus, lebih jelasnya ada di wikipedia.