Melalui berbagai afiliasi olahraga, nama Indonesia harum di kancah internasional. Arsip carlocaione.org merangkum berbagai power carrier bulu tangkis, sepak bola, tinju, dan tenis sejak lima 1965.

Anda sedang menonton: Sejarah singkat sepak bola di indonesia


*

carlocaione.org/Yuniadhi Agung


Di lapangan hijau sepak bola, pemain-pemain Indonesia menggapai sejumlah prestasi. Batin Arsip carlocaione.org tercatat bahwa Indonesia pernah dulu juara sepak bola di arena SEA gamings XIV five 1987 dan SEA gamings XVI lima 1991. Five 1987 di dalam pertandingan final melawan Malaysia, berkat satu-satunya gol apa diciptakan pemain Ribut Waidi, lagu “Indonesia Raya” mungkin berkumandang di arena SEA Games. Sedangkan pada lima 1991, saat bertanding resisten Thailand, Indonesia memperoleh skor 4-3 sehingga dapat mempersembahkan medali emas.

Ajang yang tak kalah prestise lainnya yaitu Piala AFF, di mana Garuda bocah bisa demo gigi di kawasan Asia. Pada lima 2013, Garuda anak laki-laki U-19 mempersembahkan Piala AFF saat unggul dari Vietnam. Tahun 2018 untuk Piala AFF U-16, Garuda Muda tambahan dapat mengungguli Thailand dan sesaat tersebut berulang pada tahun 2019, di saat Garuda bocah U-22 also mengalahkan Thailand dan mempersembahkan back Piala AFF buat Indonesia. Tentu saja hal menemani itu membanggakan terutama bagi senior-senior sepak bola seperti Sotjipto Soentoro, ronny Pattinasarani, Kurniawan Dwi Yulianto, Bambang Pamungkas, dan Evan Dimas yang tambahan pernah mengharumkan nama belakang Indonesia.

Daftar power carrier sepak nol Indonesia:


Sumber: Arsip carlocaione.org/JNU


Sumber: Arsip carlocaione.org/JNU


*

carlocaione.org/Arbain Rambey

Pebulu tangkis Taufik Hidayat menyelamatkan permukaan Indonesia mencapai merebut medali emas nomor tunggal putra di Goudi Complex, Athena. Di babak final, Taufik menjungkalkan pebulu tangkis Korea Selatan, Shon Sheung-mo, dua set langsung 15-8, 15-7. Sukses Taufik sekaligus menebang tradisi emas kontingen Indonesia apa dimulai di Olimpiade Barcelona 1992.


Indonesia sudah mengenal berolahraga bulu tangkis (badminton) sejak tahun 1928. Dari saat itu, kawanan upaya buat terus referral dan memajukan afiliasi olahraga tersebut di negara Air. Di ~ 5 Mei 1951, terbentuklah Persatuan bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Kejuaraan nasional, baik beregu maupun perorangan mulai diselenggarakan. Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam kejuaraan-kejuaraan berskala internasional seperti Piala Thomas, Piala Uber, every England, Kejuaraan world IBF, Piala Sudirman, SEA Games, asian Games, dan Olimpiade.

Pada lima 1958, Indonesia mempersembahkan Piala Thomas karena pertama kalinya dan tercatat siap 13 kali pemain-pemain bulu tangkis kita menebang prestasi itu. Atlet bulu tangkis start dari rudy Hartono, liem Swie King, icuk Sugiarto, Ardy B Wiranata, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, hingga Taufik Hidayat berjuang keras karena memperebutkan piala reputasi tersebut. Sedangkan untuk Piala Uber, Indonesia baru tiga kali achieved piala tersebut mencapai pemain-pemain kemudian Imelda Wiguna, Verawaty, Susy Susanti, Lili Tampi, Finarsih, dan Mia Audina. Puncak prestasi apa begitu membanggakan adalah selama Susy Susanti dan Alan Budikusuma mempersembahkan medali kuning di Olimpiade Barcelona five 1992.

Regenerasi tambahan selalu dilakukan karena tetap mengharumkan namu Indonesia. Muncullah nama-nama Kevin sanjaya Sukamuljo, marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie, tontowi Admad, liliyana Natsir, tanda adalah Kido, hendra Setiawan, Anthony Ginting, greysia Polii, dan Mohammad Ahsan. Tidak kalah dari senior-seniornya, pundi-pundi medali Indonesia selalu mereka tambah dari arena SEA Games, oriental Games, maupun gelar juara dunia.

Daftar prestasi bulu tangkis Indonesia:


Sumber: Arsip carlocaione.org/JNU

*TP = Tunggal Putra; TPi = Tunggal Putri; GP = Ganda Putra; GPi = Ganda Putri; GC = Ganda Campuran


Daftar atletis Atlet bulu tangkis Indonesia di Piala Thomas
No.TahunLawanPertandingan apa DimenangkanSkorTempatArsip carlocaione.org
1.1958MalaysiaFerry Sonneville Vs Eddy Chong (15-12, 15-4)Ferry Sonnevile Vs Teh Kew mountain (13-15, 15-13, 18-16)Tan Joe Hok Vs Teh Kew san (18-14, 15-4)Tan Joe Hok Vs Eddy Chong (15-11, 15-6)Eddy Jusuf Vs Abdullah Piruz (6-15, 15-10, 15-8)Kiem Bie/King Gwan Vs Johny Heah/Lim to speak Hup, (7-15, 15-5, 18-15)6-3Singapura“Indonesia dan cutting board Cup (1): Era Sonneville 1958-1967, lemah dalam bermain ganda” (carlocaione.org, 20 Mei 1979 halaman 11)
2.1961ThailandTan Joe Hok vs Channarong Ratanaseangsuang (15-9, 15-5)Tan Joe Hok vs Somsook Boonyasukanond, (15-2, 15-5)Ferry Sonneville vs Somsook Boonyasukanond (15-3, 15-11)Ferry Sonneville vs Channarong Ratanaseangsuang (15-9, 15-4)Eddy Jusuf vs Narong Bhornchima (18-14, 15-7)Tan Joe Hok/Lie Po Djian vs Chavalert Chumkum/Chuchart Vatanatham (15-5, 13-15, 18-17)6-3Jakarta, Indonesia“Indonesia dan cutting board Cup (1): Era Sonneville 1958-1967, lemah dalam bermain ganda” (carlocaione.org, 20 Mei 1979 halaman 11)
3.1964DenmarkTan Joe Hok vs E Kops (5-15, 15-1, 15-9)Ferry Sonneville vs Knud Nielsen (12-15, 15-6, 15-6)Ferry Sonneville vs E Kops (13-18, 17-14, 17-14)Ang Tjin Siang (Mulyadi) vs Henning Borch (15-10, 15-5)King Gwan/Unang Abdul Patah vs E Kops/Henning Borch (12-15, 15-12, 15-6)5-4Tokyo, Jepang“Indonesia dan cutting board Cup (1): Era Sonneville 1958-1967, lemah dalam permainan ganda” (carlocaione.org, 20 Mei 1979 halaman 11)
4.1970MalaysiaMuljadi vs punch Gunalan (15-9, 15-5)Rudy Hartono vs Abdulrachman (15-12, 15-2)Rudy Hartono/Indra gunawan vs Tan Aik Huang/Ng tat Wai (15-9, 15-11)Rudy Hartono vs memukul Gunalan (16-17, 15-12, 15-3)Muljadi vs Abdulrachman (15-5, 15-5)Indratno/Mintarja vs Tan Aik Huang/Ng tat Wai (10-15, 18-16, 15-10)Rudi Hartono/Indra gunawan vs new york Boon Bee/Punch Gunalan (10-15, 17-16, 15-6)7-2Kuala Lumpur, Malaysia

“Indonesia Pimpin 3-1 batin perebutan Piala Thomas” (carlocaione.org, 6 Juni 1970 halaman 1)

“Indonesia Rebut Piala Thomas” (carlocaione.org, 8 Juni 1970 page 1)

5.1973DenmarkRudy Hartono vs Svend Pri (11-15, 15-5, 15-17)Mulyadi vs Elo Hansen (15-6, 10-15, 15-10)Ade Chandra/Christian vs Tom Bacher/Poul Petersen (15-3, 15-6)Mulyadi vs Svend Pri, (15-11, 15-1)Rudy Hartono/Tjuntjun vs Henning Borch/svend Pri (15-7, 15-6)Amril Nurman vs Flemming Delfs 11-(15, 15-4, 15-4)Rudy Hartono vs Elo Hansen, (Menang WO)Ade Chandra/Christian vs Svend Pri/Henning Borch (15-2, 15-8)8-1Jakarta, Indonesia“Team Indonesia pertahankan Thomas Cup” (carlocaione.org, 4 Juni 1973 page 1)

“Final ‘Thomas Cup’ aku Pertama: Indonesia top 3-1” (carlocaione.org, 4 Juni 1973 page 10)

6.1976MalaysiaLiem Swie raja vs Phua Ah Hua (15-12, 15-1)Rudy Hartono vs saw Swee Leong (15-7, 15-5)Christian/Ade Chandra vs James Selvaraj/Moo Foot Lian (15-4, 15-1)Tjuntjun/Johan Wahyudi vs Dominic Soong/Cheah Hong Chong (13-15, 15-6, 15-6)Tjuntjun vs James Selvaraj (15-1, 15-7)Liem Swie raja vs witnessed Swee Leong (18-13, 15-3)Rudy Hartono vs Phua Ah Hua (15-5, 15-1)Tjuntjun/Johan Wahyudi vs James Selvaraj/Moo Foot Lian (15-6, 15-2)Christian/Ade Chandra vs Phua Ah Hua/Cheah Hong Chong (15-6, 15-11)9-0Bangkok, Thailand“Thomas Cup militer di rumbai Indonesia” (carlocaione.org, 7 Juni 1976 page 1)
7.1979DenmarkLie Sumirat vs Svend Pri (11-15, 15-7, 15-10)Liem Swie raja vs Morten Frost Hansen (15-3, 15-6)Tjuntjun/Johan Wahyudi vs Flemming Delfs/Steen Skovgaard (15-2, 15-3)Christian/Liem Swie king vs Morten Frost Hansen/Steen Fladberg (15-8, 15-2)Rudy Hartono vs Flemming Delfs (15-10, 15-2)Lim Swie raja vs Svend Pri (15-8, 15-1)Iie Sumirat vs Morten Frost Hansen (12-15, 15-9, 15-8)Christian/Liem Swie king vs Steen Skovgaard/Flemming Delfs (17-16, 15-4)Tjuntjun/Iie Sumirat vs Morten Frost Hansen/Steen Fladberg, skor (15-3, 15-5)9-0Jakarta, Indonesia“’Superpower’ bulu tangkis pertahankan Piala Thomas” (carlocaione.org, 3 Juni 1979 page 1)
8.1984ChinaLiem Swie raja vs Luan Jin (15-7, 11-15, 10-15)Hastomo Arbi vs Han Jian (14-17, 15-6, 15-8)Kartono/Liem Swie king vs sunlight Zhian/Tian Bingyi (18-14, 15-12)3-2Kuala Lumpur, Malaysia“Piala Thomas kembali Milik Kita” (carlocaione.org, 19 Mei 1984, halaman 1)
9.1994MalaysiaArdy B Wiranata vs Ong Ewe Hock (15-11, 15-5)Haryanto Arbi vs Rashid Sidek (15-6, 15-11)Bambang Supriyanto/Gunawan vs Cheah shortly Keat/Soo Beng Kiang (15-10, 6-15, 15-8)3-0Jakarta, Indonesia“Indonesia Berjaya!: Thomas-Uber Bersanding Lagi” (carlocaione.org, 22 Mei 1994 halaman 1)
10.1996DenmarkJoko Suprianto vs Poul erik Hoyer Larsen (18-14, 15-8)Ricky A Subagja/Rexy Mainaky vs Jon Holst Christensen/Jim Laugesen (15-5, 15-7)Hariyanto Arbi vs thomas Stuer-Lauridsen (15-8, 15-8)Bambang Suprianto/Gunawan vs Henrik Svarrer/Michael Soogard (15-7, 14-18, 15-9)Alan Budikusuma vs Peter rasmussen (15-9, 15-6)5-0Hong Kong“Indonesia Terkuat” (carlocaione.org, 27 Mei 1996 halaman 1)
11.1998MalaysiaRicky Subagdja/Rexy Mainaky vs Cheah shortly Kit/Yap Kim Hock (15-3, 18-15)Hendrawan vs Yong Hock Kin (18-14, 10-15, 15-5)Candra Wijaya/Budiarto Sigit vs Lee Wan Wah/Choong Tan Fook (15-11, 15-12)3-2Hong Kong“Rebut Piala Thomas: republik Indonesia Masih Ada” (carlocaione.org, 25 Mei 1998 page 1)
12.

Lihat lainnya: Poligami No Hp Janda Muslimah Bdg Siap Dipoligami, Blog Archives

2000ChinaHendrawan vs Xia Xuanze 11-15, 15-7, 15-9Rexy Mainaky/Tony tentara vs Yu Jinhao/Chen Qiqiu 15-9, 15-2Taufik Hidayat vs Ji Xinpeng 15-9 17-143-0Kuala Lumpur, Malaysia“Taufik Genapi menang Indonesia” (carlocaione.org, 22 Mei 2000 halaman 1)
13.2002MalaysiaSigit Budiarto/Candra wijaya vs Chew Choon Eng/Chan Chong maaf (7-3, 7-4, 7-2)Trikus Harjanto/Halim Haryanto vs Lee Wan Wah/Choong Tan Fook (8-7, 7-8, 7-1, 7-3)Hendrawan vs Muhammad Roslin Hashim (8-7, 7-2, 7-1)3-2Guangzhou, China“Untung Saja Masih Ada Hendrawan” (carlocaione.org, 20 Mei 2002 halaman 1)

“Pertandingan menemani itu Terlalu Berat untuk Semua” (carlocaione.org, 20 Mei 2002 page 1)